Antisipasi Kecelakaan Akibat Pecah Ban

    M. Bagus Rachmanto - 17 Oktober 2019 09:41 WIB
    Antisipasi Kecelakaan Akibat Pecah Ban
    Ban pecah saat melajut kencang, jangan refleks injak rem. Auto-square
    Jakarta: Kecelakaan yang terjadi di jalan raya akibat pecah ban bisa dicegah.Menurut Sony Susmana, selaku Direktur dari Safety Defensive Driving Indonesia, kecelakaan bisa dihindari andai mobil berada di kecepatan 55 kilometer per jam saat pecah ban.

    "Pecah ban depan dengan kecepatan melebihi 55 kilometer per jam paling susah dikendalikan. Mobil bisa terbalik saat ban pecah. Biasanya karena pengemudi kaget dan rem mendadak," kata Sony.

    Lebih lanjut Sonny menjelaskan, ketika rem ditekan, bobot mobil akan cenderung pindah ke depan dan setir semakin narik ke arah ban pecah. Begitu pengemudi sadar kesalahannya, rem langsung dilepas dan mobilnya terbalik. Ketika ban depan pecah, upayakan lepas kopling, rem, dan gas. Modalnya hanya counter steering saja. Misal pecah ban kiri, setir berat ke kiri. Jadi sebaiknya Anda counter ke kanan.

    Namun situasinya relatif lebih mudah untuk dikendalikan jika ban belakang yang pecah. Malah Anda tidak akan merasakan ban belakang pecah walau mobil lagi penuh penumpang.

    "Jika ban pecah. sebaiknya counter steering. Setelah itu, menepikan kendaraan di tempat aman lalu mengganti ban," tambah Rifat Sungkar, pereli nasional yang sudah berlaga di ajang reli dunia seperti Rally of America dan juga WRC.

    Sementara itu, ada teknik-teknik tertentu jika pecah ban pada kecepatan tinggi di atas 55 kilometer per jam. Namun hanya bisa dilakukan oleh pengemudi yang sudah andal.

    "Untuk menyeimbangkan kendaraan supaya bobot tetap rata hingga ban yang kempes tidak dibebani terlalu berat, gas harus dikurangi perlahan, jangan mendadak. Tidak semua orang bisa melakukan itu," tutup Rifat.

    Sebagai tambahan informasi, Perlu diketahui salah satu penyebab meletusnya ban karena besarnya bobot gesekan antara permukaan aspal dengan permukaan ban. Belum lagi besaran tekanan angin yang jauh lebih tinggi jadi salah satu penyebab. Perwakilan PT Gajah Tunggal (produsen ban GT Radial), Zulpata Zainal kepada medcom.id. mengamani hal itu.
     
    "Semakin besar bobotnya, maka peluang ban menjadi cepat panas juga semakin besar. Kalau dibiarkan maka potensi meletusnya akan tinggi. Jika dibandingkan dengan ban mobil berpenumpang, meletusnya ban mobil truk jadi lebih besar," kata Zulpata.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id