Lalu Lintas

    Ini Alasan Banyak Truk ODOL di Jalanan

    Ekawan Raharja - 08 Maret 2020 08:51 WIB
    Ini Alasan Banyak Truk ODOL di Jalanan
    Hindari truk ODOL agar tidak mendapatkan masalah di jalan. Edo
    Jakarta: Pemerintah bersama dengan para pemangku kepentingan lainnya sedang bersatu untuk mengentaskan truk Over Load Over Dimension (ODOL). Meski demikian hingga saat ini masih banyak truk yang melanggar ODOL dan berkeliaran di jalan-jalan.

    Menurut data hasil pengawasan angkutan logistik di 73 Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) periode Januari-November 2019, masih ada 2.073.698 unit yang tercatat. Hasilnya 61 persen kendaraan dinyatakan sudah tertib akan muatan dan dimensi, sedangkan masih ada 39 persen truk yang masih melanggar.

    Direktur Prasarana Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Mohamad Risal Wasal, menjelaskan hasil ini lebih baik dari periode April-Desember 2018 di 37 UPPKB. "Sebelumnya yang melanggar 70,56 persen dan yang tidak melangga 29,44 persen dari 572.894 unit truk yang masuk UPPKB. Ini sudah terbalik dan lebih baik sekarang ini," ungkap Risal Sabtu (7/3/2020) di booth Isuzu GIICOMVEC 2020.

    Risal juga mengakui ada sejumlah alasan kenapa masih banyak truk ODOL. Menurut data yang diberikan Kementerian Perhubungan, ada beberapa alasan mengapa truk ODOL banyak di Indonesia, salah satu lantaran persaingan tarif logistik.

    "Mengapa banyak truk ODOL di Indonesia? Ada banyak alasannya, di antaranya persaingan tarif pengangkutan logistik yang tidak sehat yang berdampak pengusaha mengangkut melebihi JBI (jumlah berat yang diizinkan). Lalu yang kedua adalah pengangkutan menggunakan kendaraan yang tidak sesuai peruntukannya," jelas Risal di sesi Bincang Bersama Kemenhub.

    Selain itu, Risal menjelaskan faktor lain yang memang pelaku logistik melakukan truk ODOL lantaran ingin mencari untung yang lebih besar ketimbang aspek lainnya yang mereka hadapi." Yang terakhir adalah pengawasan dan penegakan hukum yang masih belum memberikan efek jera," tambah Risal.

    Pemerintah menetapkan bahwa larangan kendaraan ODOL akan berlaku per 1 Januari 2023, mundur dari rencana awalnya yang berlangsung di 2021. Meski rencana ini mundur, namun pemerintah sudah memulai road maps penanganan ODOL mulai dari perbaikan dan atau penambahan regulasi di 2020, pengembangan dan peningkatan alat di 2021, evaluasi pelaksanaan yang telah dilakukan pada 2022, dan akhirnya di 2023 mencapai Indonesia Bebas ODOL.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id