Komponen Otomotif

    Polusi Masih jadi Isu Besar, Jangan Kompromi Soal Kaca Film

    Ahmad Garuda - 28 Agustus 2019 11:14 WIB
    Polusi Masih jadi Isu Besar, Jangan Kompromi Soal Kaca Film
    Pemilihan kaca film jangan kompromi, pastikan yang bisa melindungi dari polusi dan sinar yang merusak kesehatan kulit. medcom.id/Ahmad Garuda
    Jakarta: Polusi udara masih jadi isu besar di perkotaan seperti Jakarta. Apalagi baru-baru ini sebuah studi yang dilakukan oleh lembaga pecinta lingkungan luar negeri, bahwa Jakarta memiliki tingkat polusi udara cukup tinggi di dunia. Lalu apa yang bisa Anda lakukan sebagai pengguna kendaraan yang setiap hari melakukan perjalanan di dalam kota?

    Hal pertama adalah, perhatikan kenyamanan di dalam kabin mobil Anda. Seperti yang dikatakan oleh Director Transportation & Electronics Business Group PT 3M Indonesia, Audist Subekti, Ph.D kepada Medcom.id beberapa waktu lalu, bahwa isu polusi udara ini cukup memprihatinkan.

    "Makanya saya menyarankan untuk tidak memberikan ruang kompromi soal potensi kerusakan di kabin mobil karena efek buruk panas dan sinar matahari tembus ke kabin melalui kaca. Penting untuk melakukan pencegahan dengan menggunakan kaca film yang mampu menangkal panas berlebih dan juga menangkal efek yang merusak dari cahaya tersebut," ujar Audist.

    Ia juga menegaskan soal pemilihan tingkat kegelapan kaca film. Bahwa semakin gelap kaca film, belum tentu memiliki kualitas penangkal cahaya yang lebih baik. Justru kaca film yang tingkat kegelapannya sangat minim yang biasanya dipasang di kaca depan, malah memilii tingkat penangkal panas lebih tinggi dan nyaris sempurna.

    Hal ini juga ditegaskan oleh Owner & Vice President PT VKOOL Indah Lestari, Linda Widjaja saat berbicara kepada Medcom.id. Ia menegaskan bahwa tipe VIP yang mereka miliki saat ini, tingkat kegelapannya justru tidak terlalu besar. Namun tolak panas dan radiasi negatifnya nyaris 100 persen.

    "Namun karakter orang Indonesia yang senang dengan tingkat kegelapan tinggi, tentu harus diedukasi lagi. Tentu produsen kaca film juga punya riset tersendiri soal tingkat kegelapan kaca film. Terutama soal keamanan berkendara dalam kondisi tertentu. Dengan tingkat kegelapan yang sangat tinggi, tentu akan mengurangi sisi refleks pengemudi karena penglihatan lebih samar," klaim Linda.

    Kembali ke soal pemilihan kaca film dan polusi, tentu secara langsung tidak bisa dianggap punya hubungan langsung. Lantaran berkaitan juga dengan komponen lain seperti pendingin kabin yang filternya harus tetap bersih dan kebersihan kabin. Sehingga ini akan berkaitan satu sama lain.

    Namun, jika pemilihan kaca film dilakukan asal, perlindungan terhadap panas dan sinar UV yang bisa merusak kulit, tentu juga takkan maksimal. Makanya memilih kaca film juga dibutuhkan kebijakan.

    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id