Pabrikan Truk Ramai-Ramai Riset Biodiesel B20 sejak 2016

    Ekawan Raharja - 28 November 2018 14:29 WIB
    Pabrikan Truk Ramai-Ramai Riset Biodiesel B20 sejak 2016
    Isuzu sudah melakukan riset mengenai kecocokan mesinnya dengan solar B20. ANTARAFOTO/HO/Arifin
    Jakarta: Penerapan bahan bakar standar biodiesel B20, bukan lagi hal baru bagi pabrikan truk. Meski baru Oktober 2018 ditetapkan regulasinya, namun pabrikan truk di Indonesia sudah melakukan riset sejak 2016. Isuzu merupakan salah satu pabrikan yang setia dengan mesin diesel dan menyatakan siap dengan bahan bakar solar B20.

    Bahkan mereka juga mengakui sudah melakukan riset mengenai kecocokan solar B20 dengan mesin produksi mereka sejak 2016. GM Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Attias Asril, menjelaskan riset mengenai bahan bakar biosolar malahan sudah sejak 2013. Awalnya di mulai dari B10 di 2013, kemudian di 2015-2016 mulai di B15, dan akhirnya di 2016 melakukan uji sampling bahan bakar B20.

    "Kami melakukan uji coba untuk B20 sejak 2016 dengan mengambil sampel bahan bakar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU). Rata-rata kantungan FAME dikisaran 19,5 - 23,4 persen," ujar Attias Selasa (27/11/2018) di The Hook Jakarta.

    Pabrikan Truk Ramai-Ramai Riset Biodiesel B20 sejak 2016

    Uji coba ini dilakukan di tiga mesin yang banyak digunakan oleh Isuzu di Idnonesia. Mulai dari mesin berkode 6HK1TCC commonrail 6-silinder, 4HK1TCS commonrail 4-silinder, dan 4JB1TC 4-silinder.

    Mesin ini di test dengan cara 1.000 jam perjalanan untuk mesin 6-silinder, dan 400 jam perjalanan untuk mesin 4-silinder. Setelahnya pabrikan diesel asal Jepang ini juga melakukan pengecekan di komponen-komponen terkait di laboratorium Isuzu di Pondok Ungu.

    Hasilnya tidak ada masalah signifikan di bagian mesin yang disebabkan oleh solar B20. Kekurangan tentu saja ada berupa umur filter solar yang lebih pendek, dan pemilik kendaraan harus lebih cepat mengganti filter solar.

    "Tenaga turun 2 - 2,5 persen, itu lebih karena filter solar yang lebih kotor. Kalau diganti tidak ada masalah," tegasnya.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id