Industri Otomotif

    Hadapi Era Mobil Listrik, Ini Saran Bamsoet untuk Pertamina

    Ekawan Raharja - 26 Februari 2021 13:00 WIB
    Hadapi Era Mobil Listrik, Ini Saran Bamsoet untuk Pertamina
    Ilustrasi. Medcom.id/Ekawan Raharja



    Jakarta: Di masa depan, masyarakat di Indonesia diharapkan menggunakan kendaraan listrik sebagai moda transportasinya sehari-hari. Perubahan teknologi dari kendaraan bermesin pembakaran dalam (internal combustion engine/ICE) ke kendaraan listrik tentu akan berpengaruh terhadap sejumlah perusahaan yang dimiliki oleh negara, salah satunya adalah Pertamina.
     
    Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Bambang Soesatyo, mengapresiasi dan mendorong Pertamina untuk mempersiapkan perubahan besar perilaku mobilitas masyarakat, yang ditandai dengan migrasi penggunaan kendaraan konvensional ke kendaraan listrik. Mengingat perubahan ini akan berdampak kepada penurunan permintaan bahan bakar minyak (BBM) yang merupakan salah satu inti usaha perusahaan pelat merah tersebut.
     
    "Sebagai perusahaan negara yang memiliki aset sangat besar, per 30 Juni 2020 mencapai USD 70,22 miliar dengan total liabilitas USD 40,56 miliar dan jumlah ekuitas senilai USD 29,66 miliar, Pertamina harus mampu memanfaatkan berbagai kekuatan yang dimilikinya agar relevan dengan kebutuhan kendaraan listrik. Sehingga kegiatan usahanya tetap berjalan," ujar pria yang akrab disapa Bamsoet disitat dari situs resmi MPR.
     
    Mantan Ketua DPR RI ini juga mendukung rencana Pertamina mengkonversi kilang BBM menjadi petrokimia untuk menunjang kebutuhan bisnis baterai dalam ekosistem kendaraan listrik. Selain itu, Pertamina juga bisa bersinergi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) memanfaatkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk dikembangkan menjadi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
     
    "Pertamina juga bisa bekerjasama dengan mitra perusahaan global untuk mengembangkan bisnis sistem penyimpanan energi (energy storage system/ ESS). Selain juga masuk dalam bisnis daur ulang (recycle) baterai, sebagai upaya substitusi impor komponen baterai, yang ditunjang oleh hilirisasi industri baterai lithium," saran Bamsoet.
     
     
    Pria yang memiliki mobil listrik ini menekankan, berbagai peluang usaha tersebut menunjukan banyak hal yang bisa dimanfaatkan Pertamina dalam menghadapi era kendaraan listrik. Dengan kekuatan bisnis dan jaringannya, perusahaan pelat merah tersebut pasti mampu menghadapinya.
     
    "Dengan kesiapan menghadapi era kendaraan listrik, Pertamina sekaligus siap memastikan setoran yang ia serahkan ke kas negara tidak akan terlalu terganggu. Di tahun 2019, tercatat Rp 181,5 triliun disetorkan Pertamina ke kas negara. Kelak saat memasuki era kendaraan listrik, setoran tersebut tidak sampai turun," pungkas Bamsoet.


    (ERA)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id