Mobil Bekas

    Alasan Orang-Orang Menjual Mobil Usai Pandemik

    Ekawan Raharja - 21 Juni 2020 10:20 WIB
    Alasan Orang-Orang Menjual Mobil Usai Pandemik
    Ada sejumlah alasan orang menjual mobil bekas usai masa PSBB. Medcom.di
    Jakarta: Bagi sebagian orang, mobil merupakan salah satu investasi. Mobil termasuk ke dalam aset yang fleksibel, dapat dijadikan tambahan pendapatan atau dijual dengan alasan yang berbeda bagi para penjual.
     
    Menurut data yang dirilis oleh BeliMobilGue (BMG) pada Juni 2020, ada sejumlah alasan orang menjual mobil bekas. Ternyata dari alasan tersebut, tidak melulu ingin mendapatkan uang tunai dari hasil penjualan mobil.
     
    Data menunjukan sebanyak 60 persen konsumen menjual mobil mereka karena ingin mengganti mobil mereka dengan tahun produksi terbaru atau tipe yang berbeda, sementara sebanyak 12 persen konsumen karena membutuhkan dana untuk keperluan pribadi yang bersifat mendesak. Selain itu, sebanyak 11 persen konsumen tidak membutuhkan mobil lagi, kemudian alasan mobil sudah tua sebanyak 8 persen, konsumen ingin menjadikan hasil penjualan sebagai modal bisnis sebanyak 3 persen, dan alasan lainnya.
     
    Di Indonesia, ada banyak cara yang dapat digunakan dalam menjual mobil. Salah satunya melalui penjualan offline, seperti dari dealer ke dealer atau mulut ke mulut.
     
    Namun seiring berkembangnya teknologi yang mengakomodir kebiasaan belanja baru, transaksi online juga semakin diminati masyarakat. Konsumen yang ingin menjual mobil kini juga memiliki platform online sebagai alternatif kanal penjualan.
     
    “Masyarakat mengalami pain points atau tantangan dalam menjual mobil, diantaranya ekspektasi kecepatan penjualan mobil dan harga jual yang tidak sesuai keinginan. Hadirnya berbagai alternatif kanal penjualan mobil, baik offline maupun online, diharapkan mampu memberikan pilihan solusi bagi masyarakat yang ingin menjual mobil,”ungkap CEO BMG, Johnny Widodo, melalui keterangan resminya.
     
    Setidaknya ada tiga tantangan menjual mobil bekas yang dialami oleh konsumen (baik offline maupun online). Ketiganya adalah; 
     
    1. Keamanan
    Mobil adalah salah satu barang paling berharga yang dimiliki masyarakat dan berpotensi memiliki nilai jual tinggi. Sehingga, keamanan platform penjualan akan menjadi perhatian calon penjual. Memilih platform penjualan online yang terpercaya sangat penting untuk memastikan keamanan dan kepastian transaksi lanjutan nantinya. 
     
    2. Nilai Mobil yang Sesuai
    Di beberapa platform offline, terkadang penawaran harga yang didapatkan calon penjual tidak dicek terlebih dahulu atau dilakukan atas tafsir satu pihak calon pembeli. Tentu ini merugikan apabila penjual yakin value mobilnya lebih tinggi.
     
    Sedangkan melalui platform online, terdapat kesempatan untuk mendapatkan harga yang sesuai dengan ekspektasi konsumen. Melalui situs BMG misalnya, pengguna dapat melakukan valuasi awal dengan memasukkan tipe/jenis mobil secara terperinci untuk mendapatkan estimasi harga awal. Penjual kemudian juga dapat menjadwalkan untuk Inspeksi mobil di lokasi terdekat untuk mendapatkan kepastian nilai jual mobil.
     
    3. Proses Penjualan
    Sebagai penjual, terkadang kita tidak sabar untuk segera mendapatkan deal harga terbaik dengan calon pembeli. Sayangnya, proses ini kadang tidak sesuai atau memakan waktu lama sehingga penjual merasa telah membuang waktu. Setelah deal transaksi pun terkadang uang tidak langsung diterima oleh pelanggan, padahal justru terkadang penjual membutuhkan dana cepat dengan menjual mobilnya.
     
    “Tantangan-tantangan yang dihadapi oleh para penjual mobil inilah yang coba kami akomodir. Dengan profil konsumen BMG yang didominasi oleh usia produktif berkisar antara 25-40 tahun, mereka adalah konsumen yang realistis dan memiliki perencanaan yang baik. Yang mereka cari adalah solusi sederhana yang menggabungkan keunggulan menjual mobil secara offline dan online,” imbuh Johnny.
     
    Berfokus pada keamanan dan kenyamanan pelanggan, di masa pandemi ini, BMG meluncurkan layanan Home Inspection pada 27 Mei lalu. Dengan layanan Home Inspection, inspektor BMG akan mendatangi langsung rumah pelanggan untuk melakukan inspeksi mobil yang akan dijual. BMG juga menerapkan berbagai langkah preventif untuk memastikan konsumen aman dan nyaman berinteraksi dengan BMG di lokasi inspeksi, termasuk memastikan staf inspeksi dalam kondisi sehat, memastikan lokasi inspeksi yang steril dan higienis, menganjurkan pelanggan menggunakan masker dan menjaga jarak aman saat berinteraksi, serta proses inspeksi yang aman dan steril. 

    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id