Kandungan Lokal Esemka 60 Persen, Kemenperin: Bertahaplah!

    Ahmad Garuda - 11 September 2019 07:19 WIB
    Kandungan Lokal Esemka 60 Persen, Kemenperin: Bertahaplah!
    Esemka baru menggunakan 60 persen komponen lokal, Kemenperin menegaskan ini adalah proses. Setpres
    Jakarta: Pro dan kontra tentang mobil Esemka yang diklaim belum mencerminkan karya anak bangsa terus bergulir. Namun pemerintah tetap percaya diri bahwa mobil ini bisa menjadi kebanggaan bangsa lantaran sudah menggunakan 60 persen komponen lokal.

    Pertanyaaan tentang mengapa baru 60 persen komponen lokal yang digunakan mobil tersebut? Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Harjanto kepada Medcom.id menjelaskan, bahwa ini adalah sebuah proses.

    "Ini adalah sebuah proses. Memang masih ada beberapa komponen yang masih impor, tapi kedepan ini akan diperbanyak hingga akhirnya nanti kita bisa produsi semuanya. Misalnya, teknologi rangka ada yang masih pakai sistem las, ya itu adalah sebuah proses. Nanti bisa dibuat satu utuh tanpa las dengan sistem pressed, sehingga lebih bagus secara kualitas," ujar Harjanto.

    Pernyataan serupa juga ditegaskan oleh Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi di momentum yang sama. Ia menjelaskan bahwa mirip atau tidaknya sebuah produk otomotif itu adalah hal yang wajar.

    "Saya rasa ini terlalu dibesar-besarkan. Toh banyak juga produk otomotif serupa yang ada di industri otomotif nasional tapi dikatakan kok tidak diributkan. Mari sama-sama dewasa menyikapi hal ini. Terpenting bagi kami adalah Esemka mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Tentang kemiripan produk, itu wajar!" tegas Yohannes Nangoi.

    Lalu komponen apa saja yang diproduksi secara lokal? Harjanto melanjutkan bahwa beberapa komponen utama masih difokuskan terhadap produksi sendiri. Di antaranya adalah rangka yang diproduksi oleh PT Inka dan beberapa produsen lainnya, kemudian komponen bodi serta kaki-kaki yang dibuat oleh beberapa perusahaan dalam negeri, seperti ban oleh GT Radial, pelek oleh Inkoasku dan masih banyak lagi lainnya.

    "Untuk komponen lain yang masih impor seperti mesin, transmisi dan axle, ini juga masih terus berproses. Kami masih mencarikan produsen dalam negeri yang bisa membuat basis komponen ini dengan baik yang sesuai spesifikasi yang diinginkan."



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id