Carsome Yakin Tidak Melanggar UU Investasi di Indonesia

    Ekawan Raharja - 22 Juni 2019 11:51 WIB
    Carsome Yakin Tidak Melanggar UU Investasi di Indonesia
    PT Car Some Indonesia (Carsome) meyakini bahwa usaha yang meraka lakukan di tanah air sah dan tidak melanggar peraturan yang berlaku. Carsome
    Jakarta: Masyarakat Peduli Hukum Teknologi Indonesia (MPHTI) melayangan aduannya ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terkait dugaan kegiatan usaha yang bertentangan dengan UU Investasi dan Perpres No 44 Th 2016. Meski demikian, PT Car Some Indonesia (Carsome) meyakini bahwa usaha yang meraka lakukan di tanah air sah dan tidak melanggar peraturan yang berlaku.

    Country Manager Carsome Indonesia, Andreas Djingga, telah mengetahui dari pihak berwenang tentang keluhan yang ditujukan kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dari MPHTI. Carsome jelas menolak segala tuduhan yang dialamatkan kepada mereka, dan meyakini tidak melakukan pelanggaran apa pun terkait bisnis mereka di Indonesia.

    "Sebagai perusahaan yang telah dikukuhkan di Indonesia, kami tetap berkomitmen untuk sepenuhnya menghormati hukum dan perundangan di Indonesia. Kami juga berkomitmen penuh kepada seluruh konsumen kami dalam menyediakan layanan transparan untuk pengalaman jual mobil bekas mereka secara cepat, aman, dan tanpa biaya," jawab Andreas Djingga melalui pesan singkatnya Jumat (21/6/2019).

    Lebih lanjut disebutkan kalau MPHTI juga sudah menerima pemberitahuan dari BKPM per 13 Juni 2019. Di dalam surat pemberitahuan tersebut isinya menyatakan bahwa Carsome tidak melanggar regulasi apapun dan diizinkan untuk melakukan usaha marketplace di Indonesia sesuai peraturan yang berlaku.

    "Isi dari surat tersebut juga telah dikonfirmasi oleh pihak ketiga. Dengan surat dari BKPM tersebut, kami percaya bahwa masalah ini telah terselesaikan dengan jelas," sambung Andreas Djingga.

    Sebelumnya MPHTI menemukan adanya potensi pelanggaran UU Nomor 25 Tahun 2017 tentang penanaman modal (UU Investasi) dan Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal yang dilakukan oleh Carsome. Perwakilan MPHTI, M Triastomo, menuturkan pihaknya menjumpai fitur lelang di portal Carsome, dan MPHTI meminta BKPM untuk melakukan pengecekan terhadap kelengkapan seluruh perizinan, pendirian pasar mobil, termasuk cara melakukan lelang tersebut yang dilakukan oleh Carsome.

    "Berdasarkan pemahaman kami, Carsome adalah perusahaan dengan status penanaman modal asing (PMA). Berdasarkan laporan yang kami terima dan pengamatan kami, kami menduga Carsome telah dan sedang melakukan kegiatan usaha yang bertentangan dengan UU Investasi dan Perpres No 44 Th 2016 karena melakukan usaha jual beli perdagangan eceran mobil, sepeda motor dan kendaraan niaga. Berdasarkan lampiran Perpres tersebut, perdagangan eceran mobil, sepeda motor, dan kendaraan niaga termasuk daftar bidang usaha yang hanya dapat dilaksanakan oleh perusahaan dalam negeri 100 persen," jelas Perwakilan MPHTI, M Triastomo, melalui keterangan resminya.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id