Mobil Bekas

    Auto Value Rangsang Jual Beli Mobil Bekas di Era Kenormalan Baru

    Ekawan Raharja - 15 Juni 2020 14:00 WIB
    Auto Value Rangsang Jual Beli Mobil Bekas di Era Kenormalan Baru
    Auto Value tawarkan ekstra cashback untuk tukar tambah mobil bekas. Suzuki
    Jakarta: Pandemik virus korona membuat pasar otomotif terdampak dengan penurunan penjualan, termasuk di sektor jual beli mobil bekas. Auto Value yang berbisnis jual beli mobil bekas khusus Suzuki mencoba memulihkan diri di era kenormalan baru yang berlangsung sekarang ini.
     
    Mereka mencoba kembali merangsang penjualan bisnis jual beli mobil bekas dengan membuka program tukar tambah (trade in) yang dilengkapi dengan Ekstra Cashback. Program ini berlaku untuk semua merek kendaraan penumpang dengan tahun 2011-2019 yang kemudian ditukar dengan mobil Suzuki.
     
    “Selama Juni–Juli 2020, Auto Value memberikan penawaran menarik berupa ekstra cashback Rp 3 juta untuk pembelian All New Ertiga dan ekstra cashback Rp 4 juta untuk pembelian XL7 dan SX4 S-Cross melalui program trade-in. Ekstra cashback ini adalah tambahan manfaat selain dari program penjualan reguler yang berlaku di masing-masing wilayah,” jelas Head of Business Development PT Suzuki Indomobil Sales, Hendro Kaligis, melalui keterangan resminya.
     
    Bagi konsumen yang ingin memanfaatkan program di wilayah Jabodetabek harus memiliki mobil dengan pelat B, dan konsumen wilayah Surabaya dan sekitarnya mobil harus memiliki mobil berpelat nomor L, W, atau N. 
     
    Auto Value memastikan untuk transaksi yang dilakukan di dealer mereka aman, dan konsumen bisa berkunjung ke sana tanpa was was. Mengingat dealer mobil bekas ini menerapkan Hygiene Commitment seperti di dealer-dealer mobil baru Suzuki.
     
    “Sesuai dengan Suzuki Hygiene Commitment, kami memastikan seluruh proses layanan tukar tambah di Auto Value memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pelanggan. Tim Auto Value yang melakukan valuasi nilai kendaraan dipastikan dalam kondisi sehat, menggunakan masker, dan menggunakan hand sanitizer sebelum dan setelah melakukan proses penilaian," lanjut Hendro.
     
    Di lain kesempatan, Hendro juga mengakui sejak awal tahun bisnis jual beli mobil cukup fluktuatif. mereka memulai bisnis di awal Januari cukup baik. Namun beranjak ke bulan Februari terasa menurun karena adanya bencana alam di sejumlah daerah yang membuat bisnis mereka tersendat.
     
    Kemudian masuk ke laporan Maret sempat kembali bergairah karena omset bisnis mereka kembali naik. Hal ini tidak terlepas dari akumulasi penjualan di bulan Februari dan Maret.
     
    Sedangkan April, penjualan mereka kembali turun karena pandemik virus corona semakin mengganas di Indonesia.
     
    "Saya lihat industri mobil bekas termasuk yang terkena dampak sangat dalam akibat pandemik dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), mungkin angka pastinya tidak tahu karena industri mobil bekas datanya tidak terorganisir. Beberapa teman dari bursa juga menyampaikan bisa turun sampai 80 persen, dan di Auto Value juga turunnya sama sampai 80 persen."

    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id