Transportasi Bus Harus Berbenah agar Tak Kalah Saing

    Ekawan Raharja - 03 Desember 2019 12:56 WIB
    Transportasi Bus Harus Berbenah agar Tak Kalah Saing
    PO. SAN melakukan pembelian tujuh unit bus baru, berupa empat unit Mercedes Benz OC 500RF 2542 dan tiga unit Mercedes Benz O500RS 1836. PO. SAN
    Bengkulu: Di kondisi sekarang ini, masyarakat Indonesia disajikan dengan beragam pilihan transportasi, mulai dari pesawat, kapal laut, kereta api, hingga bus. Tentu saja pelayanan dan keselamatan menjadi salah satu prioritas masyarakat ketika memiliki mode transportasi.

    Direktur Utama PT SAN Putra Sejahtera, Kurnia Lesani Adnan, menjelaskan citra angkutan bus yang jauh dari 3K yakni Keselamatan, Keamanan, dan Kenyamanan, harus diubah. Hal tersebut akan menjadikan bus sebagai pilihan moda transportasi masyarakat, juga akan memanfaatkan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah.

    “Kami menyadari, ada banyak faktor yang membuat moda transportasi bus belum menjadi pilihan utama bagi masyarakat. Kondisi di jalan raya yang macet, armada yang dinilai kurang layak, sumber daya manusia yang kurang mengedepankan pelayanan membuat bus tidak bisa bersaing dengan moda angkutan lain dan akhirnya masyarakat meninggalkan bus. Dengan demikian perlu terus dilakukan pembenahan,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) melalui keterangan resminya.

    Pria yang akrab disapa Sani, pembenahan ini juga memperbaiki citra bus secara umum, sehingga masyarakat bisa mendapatkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan selama perjalanan dengan bus. Bahkan Perusahaan Otobus (PO) SAN sudah memulai dengan menggelontorkan investasi untuk meningkatkan Keselamatan, Keamanan, dan Kenyamanan dengan pembelian bus baru.

    Perusahaan angkutan bus yang sudah berdiri sejak 1978 ini melakukan pembelian tujuh unit bus baru, berupa empat unit Mercedes Benz OC 500RF 2542 dan tiga unit Mercedes Benz O500RS 1836. Pengerjaan body ketujuh bus ini dilakukan di karoseri Laksana di Ungaran, Jawa Tengah, yang mana satu-satunya karoseri di Indonesia yang sudah lulus uji ECE R66 Rolling Test.

    “Jadi untuk mesin kami menggunakan Mercedes Benz, karoseri menggunakan Laksana, dan untuk AC kita menggunakan Thermo King. Kami inginkan yang terbaik bagi masyarakat, sehingga kami tidak segan untuk berinvestasi sebesar Rp15 miliar untuk ketujuh bus ini,” kata Sani.

    Saat ini PO SAN memiliki 120 unit bus, namun yang dioperasikan hanya 94 unit armada. Hal ini terjadi karena 26 unit bus terkena batasan umur dan akan segera dipotong untuk dijadikan besi tua. Adapun untuk bus premium, dari total armada yang dimilikinya saat ini, PO. SAN memiliki 29 bus premium berbagai kelas mulai Scania K310ib, Scania K360ib Comfort Shift & Opticruise, Scania K410ib, Mercedes-Benz O 500 RS-1836 (2-axle) dan Mercedes-Benz OC 500 RF-2542 (3-axle).

    “PO. SAN akan terus bertransformasi mengikuti perkembangan dan tuntutan pasar. Dengan harapan dapat terus memberikan pelayanan terbaik di setiap rute pelayanan kami, karena motto PO. SAN adalah Transport With Care,” tegas Sani.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id