Manfaatkan Derek Cuma-Cuma Dari Asuransi Kendaraan Anda

    Ekawan Raharja - 03 Januari 2020 12:24 WIB
    Manfaatkan Derek Cuma-Cuma Dari Asuransi Kendaraan Anda
    Ketika mobil sudah terendam banjir, peserta asuransi cukup menghubungi call center untuk meminta layanan evakuasi dari Garda Siaga. Asuransi Astra
    Jakarta: Memasuki awal tahun, musim hujan kembali menyapa hampir seluruh daerah di Indonesia, dan beberapa tempat juga sudah terkena banjir dan tidak sedikit merendam mobil. Bila mobil sudah terendam banjir, satu-satunya cara untuk menyelamatkannya adalah menggunakan mobil derek atau towing.

    Ada dua cara untuk mengakses mobil derek ini, mulai dari menyewanya atau memanfaatkan mobil derek yang ditawarkan oleh pihak asuransi jika pemilik mobil mendaftarkan asuransi. Khusus untuk derek dari asuransi, biasanya peserta asuransi tidak akan dikenakan biaya derek seperti pelayanan yang diberikan oleh Garda Oto.

    Ketika mobil sudah terendam banjir, peserta asuransi cukup menghubungi call center untuk meminta layanan evakuasi dari Garda Siaga, setelah itu anda bisa memperhatikan kembali polis pertanggungan asuransi yang Anda miliki. Bahkan jika dalam polis pertanggungan yang dimiliki sudah memiliki perluasan pertanggungan kerusakan mobil akibat banjir, maka pemilik polis dapat melaporkan klaim melalui Garda Mobile Otocare, tidak perlu langsung datang ke Garda Center atau kantor cabang untuk mengajukan klaim.

    Manfaatkan Derek Cuma-Cuma Dari Asuransi Kendaraan Anda

    "Pada prinsipnya, asuransi itu seperti memindahkan risiko, ketika mobil sudah diperluas dengan perlindungan banjir, berarti risiko atas kerusakan akibat banjir sudah dipindahkan ke perusahaan asuransi. Tenang saja, semua akan beres dan akan diperbaiki sesuai dengan polis yang dimiliki pelanggan," ungkap CEO Asuransi Astra, Rudy Chen, melalui keterangan resminya.

    Perlu diingat bahwa Polis standar asuransi kendaraan bermotor Indonesia (PSAKBI) secara umum mengatur asuransi kendaraan di Indonesia, jika polis asuransi berupa total lost only (TLO) dan comprehensive maka mobil yang terkena banjir tidak ditanggung.

    Lebih rinci PSAKBI BAB II pasal 3 menerangkan mengenai pengecualian pertanggungan polis asuransi. Disebutkan lebih detail bahwa kerugian atau kerusakan akibat gempa bumi, letusan gunung berapi, angin topan, tsunami, hujan es, genangan air, banjir, tanah longsor, atau gejala geologinya lainnya. Sehingga agar mobil yang terendam banjir bisa ditanggung asuransi, maka di awal perjanjian, maka peserta asuransi dapat meminta perluasan asuransi perlindungan banjir di awal pendaftaran asuransi.

    Rudy Chen juga menambahkan bagi pelanggan yang daerah rumahnya tidak mengalami banjir, ada beberapa hal juga yang harus diperhatikan saat curah hujan sedang tinggi. Sebisa mungkin tetap menghindari menerobos genangan air, sebab klaim asuransi kendaraan dapat gugur karena kesengajaan atau memaksa menerobos banjir. Utamakan keselamatan dalam berkendara, lebih baik hindari genangan tinggi yang hanya akan menimbulkan risiko yang semakin besar.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id