comscore

Stop Jualan di Thailand, Chevrolet Jual Pabrik di Rayong

Ekawan Raharja - 18 Februari 2020 11:51 WIB
Stop Jualan di Thailand, Chevrolet Jual Pabrik di Rayong
eputusan menghentikan penjualan juga rencananya akan diikuti dengan penjualan pabrik Chevrolet yang berlokasi di Rayong Thailand kepada produsen mobil lainnya. MI/Ramdani
Rayong: General Motors sudah mengumumkan menghentikan penjualan mobil bermerek Chevrolet di Thailand per akhir tahun 2020. Keputusan ini juga rencananya akan diikuti dengan penjualan pabrik mereka yang berlokasi di Rayong Thailand kepada produsen mobil lainnya.

Menurut sejumlah media luar negeri, pabrik ini akan diakuisisi oleh China Great Wall Motors (GWM) pada akhir tahun. Pembelian pabrik ini jelas menguntungkan bagi merek asal Tiongkok ini yang ingin melakukan ekspansi pasar di Asia Tenggara dan Australia, dengan mengambil basis produksi di Negeri Gajah Putih tersebut.
“Akuisisi pabrik GM di Rayong, Thailand akan membantu pengembangan bisnis Great Wall Motors di Thailand dan pasar ASEAN. Great Wall Motors akan melebarkan pasar di seluruh wilayah ASEAN dengan Thailand sebagai pusatnya, dan mengekspor produknya ke negara-negara ASEAN lain, seperti ke Australia, “kata wakil presiden strategi global GWM, Liu Xiang Shang.

Pabrik ini berlokasi di Rayong’s WHA Eastern Seaboard Industrial Estate, dan sudah dibangun sejak tahun 2000. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi tahunan sebanyak 180 ribu unit mobil per tahun, sedangkan pabrik mesin berkapasitas 120 ribu unit per tahun. Terakhir, General Motors mempekerjakan sekitar 1.900 orang karyawan dan 1.200 orang karyawannya berada di pabrik tersebut.

“Keputusan kami untuk menghentikan produksi di situs Rayong didasarkan pada strategi global GM dan optimalisasi jejak manufaktur kami di seluruh dunia. Dalam konteks ini, penjualan pabrik Rayong ke GWM adalah pilihan terbaik untuk mendukung pembuatan kendaraan di masa depan di lokasi ini,” ucap Wakil Presiden Senior Operasional Internasional GM, Julian Blissett.

General Motors mengumumkan penghentian penjualan mereka di Thailand karena rendahnya permintaan mobil ke pabrik mereka di Rayong baik untuk produksi domestik maupun ekspor, jelas ini membebani kinerja bisnis secara keseluruhan. Merek asal Amerika Serikat ini juga mengklaim sudah melakukan berbagai cara agar bisa tetap kompetitif di salah satu Negara Asia Tenggara itu. Sayangnya tidak ada yang berhasil dan kalah bersaing dengan sejumlah merek yang bermain di sana.

Meski demikian, mereka mengklaim tetap akan memberikan serta menjamin layanan purna jual kepada konsumen di Thailand. Namun untuk berapa lama jaminan layanan purna jual dan garansi yang mereka berikan, belum diketahui batas waktunya.

(UDA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id