Industri Otomotif

    Investasi dan Kompetensi Jadi Cara Carsome Pulih dari Pandemik

    Ekawan Raharja - 14 Juli 2020 13:28 WIB
    Investasi dan Kompetensi Jadi Cara Carsome Pulih dari Pandemik
    Lokasi inspeksi mobil bekas milik Carsome. Carsome
    Jakarta: Pandemik virus korona yang ada di hampir seluruh negara menyebabkan industri otomotif merasakan kelesuan yang cukup parah. Carsome sebagai salah satu pedagang mobil bekas di regional Asia Tenggara memiliki trik untuk bisa mengembalikan performa bisnisnya.

    Mereka mengklaim sudah kembali menjalankan bisnisnya di Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Singapura. Alhasil kini mereka sudah kembali meningkatkan performa penjualan mobil bekas online di negara-negara tersebut.

    Pada bulan Juni 2020, carlisting mobil bekas itu hampir sepenuhnya memulihkan bisnisnya dengan catatan volume transaksi yang tinggi pada periode sebelum lockdown, sekaligus meraih pertumbuhan sebanyak tiga kali lipat pada bulan Mei 2020, serta lebih dari 70 persen pertumbuhan dari tahun ke tahun. Hal ini tercapai meskipun pusat inspeksi Carsome hanya beroperasi dengan kapasitas yang terbatas selama periode lockdown.

    Co-Founder dan Grup CEO Carsome, Eric Cheng, menyebutkan pemulihan bisnis yang cepat dengan ketahanan sektor ini berkat keputusan untuk mempertahankan dan melatih para karyawan secara intensif selama lockdown. Hal ini kemudian berkontribusi kepada kemajuan produktivitas yang signifikan dan moral tim yang tinggi.

    “Kami senantiasa berinvestasi dalam memperkuat kompetensi inti tim kami saat lockdown. Kami sangat senang melihat pemulihan yang pesat berbentuk V dalam kurun beberapa minggu, sebagian karena digitalisasi kami yang dipercepat dan perolehan pangsa pasar yang kuat atas para kompetitor kami. Model bisnis kami telah terbukti tahan banting, dan kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai pertumbuhan tertinggi sepanjang masa di bulan Juli,” kata Cheng melalui keterangan resminya.

    Berlakunya tarif pajak baru di Malaysia, Indonesia dan Thailand juga telah berkontribusi permintaan konsumen atas mobil baru dan bekas, karena mereka tetap menghindari kendaraan umum dan layanan ride-sharing di tengah situasi pandemik. Mereka beralih ke kepemilikan mobil pribadi karena faktor kebersihan menyebabkan inspeksi yang lebih tinggi meningkat di semua cabang.

    Di sisi lain, rival Mobil123 dan Carmudi ini juga melihat peningkatan permintaan dari para pedagang mobil bekas dalam mengisi kembali persediaan mereka untuk memenuhi permintaan yang belum kelihatan. Cheng menambahkan selama lockdown, mereka mempercepat pengembangan produk agar menjadi perusahaan pertama yang bangkit setelah lockdown.

    “Kami senantiasa mendorong pertumbuhan dengan meluncurkan beberapa produk, seperti aplikasi HP CarPartner dan CarsomeGO, untuk lebih mengotomatiskan alur kerja dan dalam mengambil keputusan,” katanya.

    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id