comscore

Kalkulasi Teknis Salah, Apakah Akal-Akalan Dana Sirkuit Formula E Membengkak?

MetroTV - 08 Maret 2022 21:23 WIB
Kalkulasi Teknis Salah, Apakah Akal-Akalan Dana Sirkuit Formula E Membengkak?
Biaya pembangunan sirkuit Formula E membengkak jadi Rp60 Miliar, apakah akal-akalan pengelola? WPS Channel
Proyek Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) yang bakal jadi tempat ajang mobil balap listrik Internasional seolah tak pernah lepas dari sorotan publik. Baru-baru ini, pembangunan Sirkuit Formula E yang berlokasi di Ancol, Jakarta Utara, kembali menjadi polemik usai biayanya membengkak menjadi Rp60 miliar. 

Padahal kontrak awal konstruksi sirkuit Formula E, antara PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro dan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. (JAYA) ini, senilai Rp50,1 miliar. Pihak konstruktor dari Sirkuit Formula E di DKI Jakarta mengklaim faktor struktur tanah disebut jadi penyebab bertambahnya biaya. Adapun seluruh dana tersebut baru digunakan untuk proses pembangunan lintasan balap saja, belum termasuk anggaran untuk penyelenggaraaan balapnya. 
"Anggaran naik karena struktur tanah. Lahan di lokasi pembangunan terdiri dari tanah rawa serta bekas galian proyek MRT Jakarta. Kami membutuhkan material tambahan untuk melakukan pengerasan tanah agar siap dilapisi aspal," kata Penanggung Jawab Pembangunan Sirkuit Formula E dari PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama, Ari Wibowo, Minggu, (6/3).

Baca Juga:
Layanan One Day Service Body & paint Bengkel Resmi, Bagaimana Standarnya?


"Kalau di tahap pembuatan trek masih di tahap Rp 60 miliar, ya. Tapi saya tidak boleh masuk keseluruhan anggaran penyelenggaraan event ini. Jadi tidak termasuk dalam penonton, grand stand-nya penonton, tribun, itu nggak masuk," terang Ari.

Meski dana membengkak, pihak konstruktor malah mengaku proyek ini berhasil menghemat uang cukup banyak hingga 40 milliar. Perkiraan awal dana yang diperlukan untuk membangun sirkuit, menurut Ketua Pelaksana atau Organizing Comitte (OC) Formula E Jakarta 2022 Ahmad Sahroni pada Desember tahun lalu, mencapai Rp 100 milliar.

Namun disisi lain, kabar kenaikan biaya ini akibat kondisi tanah di area proyek menuai kritikan dari anggota komisi B DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak. Menurutnya, hal ini bisa terjadi sebagai implikasi penyelenggaraan Formula E yang terburu-buru.
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id