Kredit Kendaraan

    4 Tips Perencanaan Keuangan Bagi Pemilik Mobil

    Ekawan Raharja - 11 Oktober 2020 18:20 WIB
    4 Tips Perencanaan Keuangan Bagi Pemilik Mobil
    Perencanaan keuangan penting untuk dilakukan ketika memiliki sebuah mobil. Suzuki
    Jakarta: Meski nilainya terus mengalami depresiasi dari tahun ke tahun, mobil merupakan sebuah aset yang berharga. Kepemilikan sebuah mobil tentu menuntut seseorang untuk memiliki perencanaan keuangan yang baik agar tidak menimbulkan masalah di masa depan.

    Seperti diketahui, ada banyak biaya yang harus dikeluarkan bagi mereka yang memiliki mobil. Berikut adalah tips perencanaan keuangan dari Lifepal untuk para pemilik mobil.

    Mobil Butuh Dana Darurat

    Idealnya, seorang harus menyediakan dana darurat setara minimal 3 sampai 6 kali pengeluaran bulanan. Mengapa? Karena dana darurat akan berguna untuk menalangi biaya hidup di saat orang yang bersangkutan kehilangan penghasilan.

    Semakin tua usia mobil, maka semakin sering pula pergantian suku cadangnya. Pergantian suku cadang saat servis berkala jelas memunculkan biaya tak terduga yang harus dibayarkan.

    Sebut saja aki mobil yang habis masa pakainya, kampas kopling, rem, busi, oli, dan filter-filter yang harus diganti dalam hitungan kilometer. Belum lagi, pemilik mobil rentan terkena risiko ban kempes di tengah perjalanan, baik karena tekanan anginnya yang kurang atau karena musibah lain.  

    Oleh karena itulah, cukup penting tentunya untuk mengalokasikan dana untuk kebutuhan ini. Tidaklah salah untuk menabung setidaknya 1 persen hingga 5 persen dari pemasukan per bulan untuk dana darurat mobil. Simpan saja dana tersebut di tabungan agar tetap likuid. 

    Total Aset Lancar 15-20 Persen dari kekayaan bersih

    Seperti dijelaskan di atas, keberadaan mobil yang merupakan aset akan menambah nilai kekayaan bersih Anda. Nilai kekayaan bersih sendiri didapat dari hasil pengurangan antara total aset dan total utang. 

    Semakin tinggi kekayaan bersih, maka makin tinggi pula persentase aset lancar (tabungan, kas, dan setara kas) yang harus Anda miliki.

    Wajar saja, mobil tentunya butuh biaya operasional seperti biaya bahan bakar, biaya kebersihan, biaya jasa servis ringan, servis berat dan pajak. Itu sebabnya, seseorang yang memiliki mobil harus memiliki kas yang cukup, bukan hanya untuk keperluan yang sifatnya darurat melainkan juga untuk operasional.

    Total aset lancar ideal harus Anda miliki adalah 15-20 persen dari kekayaan bersih. Jika kurang dari 15 persen, itu tandanya jumlahnya terlalu kecil, namun jika lebih dari 20 persen maka terlalu banyak menyimpan uang di tabungan dan kurang berinvestasi untuk masa depan.

    Mobil Juga Harus Dilindungi

    Satu-satunya yang bisa melindungi Anda dari risiko finansial atas rusak atau hilangnya mobil Anda adalah asuransi mobil. 

    Secara garis besar, asuransi mobil terdiri dari Comprehensive dan total loss only (TLO). Comprehensive akan menanggung apapun risiko yang terjadi, termasuk lecet di bagian body asal sesuai dengan aturan yang berlaku. Sedangkan TLO menanggung biaya pertanggungan ketika mobil Anda hilang, atau mengalami kerusakan total hingga mencapai 70 persen dari harga mobil.

    TLO cenderung lebih murah daripada comprehensive. Namun pemilihannya harus disesuaikan dengan potensi risiko yang bakal dialami si pemilik mobil.

    Pastikan Cicilan Kredit Mobil Sesuai dengan Pemasukan

    Bagi yang sedang mencicil mobil mungkin tidak mengetahui apakah besaran cicilan mobil per bulan terlalu besar atau tidak. Cara mengukurnya tentu saja dengan mengetahui debt service ratio (DSR) kita.

    DSR menunjukkan total cicilan utang yang kita miliki berbanding pemasukan bulanan, tidak hanya cicilan mobil, melainkan juga cicilan kartu kredit, dan kredit lainnya bila ada. 

    Untuk menghitung nilai DSR bisa melakukan perbandingan dari jumlah total cicilan dengan pemasukan bulanan. Bila besaran cicilan mobil dan utang-utang lainnya masih di bawah 35 persen dari penghasilan, maka jumlah cicilan itu masih wajar. 

    Tapi jika berlebih, tandanya sudah terlalu besar. Itu artinya harus mengatur ulang pembayaran utang, bisa dengan melakukan perpanjangan tenor pinjaman atau dengan melunasi utang-utang lain di luar kredit mobil yang berbunga besar.

    Nah untuk mempermudah melakukan perhitungan ini, yaitu menggunakan kalkulator khusus yang sudah dipersiapkan. Silahkan mencoba!



    (ERA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id