Tak Hanya Industri Otomotif, Pemerintah Lirik Dunia Modifikasi Mobil

    Ekawan Raharja - 29 September 2019 10:31 WIB
    Tak Hanya Industri Otomotif, Pemerintah Lirik Dunia Modifikasi Mobil
    Airlangga Hartarto saat mengunjungi IMX 2019. NMAA
    Jakarta: Kementerian Perindustrian terus mendukung tumbuhnya dunia otomotif di negeri ini, termasuk modifikasi kendaraan di dalam negeri. Sebab, industri ini dinilai mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi khususnya bagi generasi muda, serta memacu berkembangnya usaha sektor komponen kendaraan yang berbasis skala industri kecil dan menengah (IKM).

    "Para modifikator otomotif yang dapat dikategorikan sebagai bagian dari jasa industri ini tentunya memerlukan ide, kreasi, kemampuan, pengetahuan, dan inovasi dalam melakukan nilai tambah bagi otomotif itu sendiri,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, Sabtu (28/9) di Balai Kartini 2019.

    Menperin menilai, bisnis industri modifikasi masih prospektif karena di pasar global banyak yang meminati, antara lain di Jerman dan Amerika Serikat. Sedangkan, di Indonesia, didukung dengan kinerja sektor industri otomotif di tanah air yang semakin menggeliat. Apalagi, industri otomotif merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan dalam memasuki era industri 4.0 sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

    Airlangga pun memandang, perkembangan industri modifikasi otomotif di Indonesia sudah cukup baik dan sudah mulai ada kolaborasi antara agen pemegang merek dengan para modifikator. "Paling penting faktor safety-nya dan secara komersial bisa menguntungkan. Jadi, semua hasil kreativitas ini bisa menginspirasi karena dapat memperoleh pelanggan, sampai ada yang pesan dari negara lain sehingga bisa dipacu untuk ekspor," ujarnya.

    Tak Hanya Industri Otomotif, Pemerintah Lirik Dunia Modifikasi Mobil

    Diharapkan modifikasi kendaraan yang dilakukan bukan hanya untuk meningkatkan keindahan visual atau sekadar fesyen, namun dapat mendongkrak performa dan efisiensi kendaraan serta nilai tambah bagi industrinya. Bahkan mampu berkontribusi bagi penciptaan terobosan inovasi modifikasi dalam mendukung kendaraan yang efisien dan ramah lingkungan.

    "Semoga pelaku modifikasi tanah air akan semakin terasah kemampuannya dalam soal kualitas dan keamanan yang dapat memenuhi standar internasional. Gilirannya nanti, modifikasi Indonesia bisa menjadi komoditas ekspor yang menguntungkan,” paparnya.

    Airlangga Hartarto juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada National Modificator & Aftermarket Association (NMAA). Mengingat NMAA memiliki semangat untuk memajukan dunia modifikasi mobil dan menggagas penyelenggaraan IMX sejak tahun lalu, dengan tujuan untuk menggerakkan dan menggairahkan industri modifikasi di Indonesia.

    “Kami senang jika pelaku modifikasi memiliki expo-nya sendiri yang konsisten berjalan dari tahun ke tahun. Sehingga melalui IMX ini, kami berharap semakin banyak merek-merek lokal yang percaya diri menampilkan produknya,” tuturnya.

    NMAA yang terbentuk sejak tahun 2016, sudah memiliki lebih dari 6.000 anggota. Mereka terdiri dari bengkel modifikasi (modifikator), merek aftermarket, komunitas otomotif, dan pecinta modifikasi dari seluruh Indonesia. Pada tahun ini, IMX menyediakan lebih dari 60 booth, dengan menampilkan sebanyak 120 merek. 



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id