Mobil Listrik

    Mobil Hybrid Harusnya jadi Solusi Hadirnya Mobil Listrik

    Ahmad Garuda - 11 Februari 2020 11:21 WIB
    Mobil Hybrid Harusnya jadi Solusi Hadirnya Mobil Listrik
    Mobil hybrid sulit berkembang di Indonesia lantaran regulasi yang belum mendukung. Mitsubishi
    Jakarta: Mobil hybrid saat ini seperti mobil yang dianggap sebagai mobil yang teknologinya hanya dibutuhkan sebagai pengenalan ke arah mobil listrik. Lantaran sebagian besar pabrikan memproduksi dan menjualnya untuk negara-negara yang masih menjual bahan bakar minyak dan stasiun pengisian baterai masih terbatas.

    Namun di banyak negara yang punya komitmen besar untuk elektrifikasi otomotif, rata-rata mereka melakukan subsidi khusus. Sementara untuk di Indonesia, regulasi untuk mobil hybrid cukup menyedihkan. Lantaran mobil tersebut harganya lebih mahal ketimbang mobil bermesin ICE (internal combustion engine) saja.

    Hal ini terjadi lantaran mobil hybrid mempunya dua penggerak yaitu mesin ICE dan motor listrik. Sehingga harga mobil tersebut dihitung dari dua sumber penggeraknya yaitu motor listrik dan mesin konvensional. Ini di luar akal sehat menurut Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia, Rifat Sungkar kepada Medcom.id.

    "Bagi saya, mobil hybrid adalah solusi paling nyata untuk negara-negara yang punya komitmen besar menggunakan mobil listrik namun fasilitas pengisian ulang baterai belum memadai. Tapi yang jadi masalah adalah harganya yang masih sangat tinggi, belum lagi regulasi yang tidak mendukung keberadaannya. Padahal mobil ini sudah menggunakan prinsip kerja mobil listrik seutuhnya," klaim Rifat.

    Ia melanjutkan bahwa teknologi mobil ini pun sangat masuk akal untuk Indonesia. Harusnya ini didorong penjualannya agar penggunaan mobil-mobil berteknologi terbaru ini mulai berjalan.

    "Kalau menggunakan mobil listrik mungkin masih berkutat di seputar Jakarta saja. Namun ketika digunakan ke luar kota, baru akan terasa bahwa mobil ini belum layak digunakan untuk bepergian jauh, lantaran fasilitas pengisian ulang baterai masih sangat terbatas di luar Jakarta. Tapi untuk mobil hybrid, mobil ini bisa digunakan di mana pun, meski bekerja menggunakan mode berkendara mobil listrik. Lantaran mobil ini punya mesin bensin yang juga berfungsi sebagai suplai tenaga ke baterai meski dalam kondisi berjalan."

    Masalah utamanya yaitu soal harga jual yang bisa diterima oleh masyarakat itu yang justru harus ditekankan lebih jauh lagi. Bukan malah menganggap mobil ini punya dua mesin dan harganya justru melambung tinggi. Belum lagi karena alasan mobil itu punya sistem penggerak empat roda. Membuat pajaknya kian membubung tinggi.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id