Industri Otomotif

    Pabrikan Jepang akan Tambah Investasi Hingga Puluhan Triliun Rupiah

    Ekawan Raharja - 21 November 2019 08:39 WIB
    Pabrikan Jepang akan Tambah Investasi Hingga Puluhan Triliun Rupiah
    Sejumlah produsen mobil asal Jepang berencana menambah investasi di tanah air. Toyota
    Jakarta: Sejumlah pelaku industri skala besar asal jeapng akan menambah investasinya di tanah air. Salah satu yang akan menambah investasinya adalah Toyota yang akan melakukan ekspansi untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat struktur manufaktur di dalam negeri.

    Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menjelaskan Toyota Group akan dan Honda akan menambah investasi mereka di dalam negeri. Hal ini seiring dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, yang memprioritaskan pengembangan industri otomotif di dalam negeri agar lebih berdaya saing global.

    "Kami mendapat laporan tentang rencana ekspansi dari Toyota Group sebesar Rp28,3 triliun. Ini termasuk pengembangan Toyota, Daihatsu, dan Hino,” sebutnya. Investasi ini akan direalisasikan dalam periode lima tahun, yakni 2019-2023 untuk mengembangkan bisnis di Indonesia.

    Di samping itu, Honda menyampaikan akan merealisasikan investasi sebesar Rp5,1 triliun pada periode 2019-2023 di Indonesia. “Investasi tersebut untuk model baru dan pendalaman industri, lokalisasi dan sebagainya. Karena memang salah satu nilai positif dari Honda adalah menempatkan pusat penelitian dan pengembangannya di Indonesia,” papar Menperin melalui keterangan resminya.

    Agus menjelaskan pihaknya mengajak para investor tersebut agar bisa membawa atau membangun pusat R&D-nya di Indonesia, Melihat dengan adanya regulasi PP No 45/2019 yang akan memberikan fasilitas super deduction tax sebesar 300 persen.

    Menperin juga mengharapkan kepada Krakatau Nippon Steel Sumikin (Nippon Steel Group) agar terus meningkatkan porsi baja canai gulung dingin lokal, agar tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sektor otomotif meningkat sekaligus bisa menekan impor.

    “Misi kami bertemu dengan Nippon Steel agar Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) bisa meningkatkan porsi baja canai gulung dingin atau CRC (cold rolled coil),” tuturnya. Hal ini sejalan dengan kebijakan Kemenperin untuk mencari substitusi barang sejenis yang diimpor dari Jepang sebagai bahan baku sektor otomotif.

    Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono mengungkapkan Toyota Group memberikan update ekspor yang mencapai 200.000 unit pada tahun 2018. “Kami juga menyampaikan kembali kepada Pak Menteri mengenai komitmen Toyota Group sebesar Rp28,3 triliun,” ucapnya.

    (UDA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id