comscore

Edukasi Konsep Netralitas Karbon Kepada Generasi Muda

Ekawan Raharja - 20 Desember 2021 10:00 WIB
Edukasi Konsep Netralitas Karbon Kepada Generasi Muda
Bob Azam (kanan) membuka TEY Ke-12 untuk mengajak generasi muda mengenali konsep netralitas karbon. Toyota
Jakarta: Sejumlah produsen otomotif sekarang ini mulai mengusung konsep netralitas karbon atau nol emisi gas buang untuk menghadirkan lingkungan yang lebih hijau. Agar konsep ini bisa sukses dan berkesinambungan, para generasi muda perlu mengetahui arti dari netralitas karbon.
 
Direktur Corporate Affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Bob Azam, menjelaskan di Toyota Eco Youth (TEY) ke-12 berinisiatif untuk menggerakan penghijauan anak muda untuk sejak dini mencapai netralitas karbon. TEY ke-12 mengajak kreativitas peserta membuat proyek yang mengangkat isu Pentingnya Netralitas Karbon di Kalangan Generasi Muda dan Implementasinya yang nantinya akan digitalisasi sehingga dapat terus menjadi sumber pembelajaran bagi kalangan muda dan masyarakat umum lainnya. Di tahun ini, program edukasi ini mewadahi ide-ide 50 sekolah pemenang kompetisi TEY sebelumnya, di mana tiap sekolah diwakili oleh 2 siswa yang didampingi 1 guru sebagai pembimbing. 
 
"Program TEY dapat menjadi ajang inisiatif dan eskalasi kreatifitas generasi muda untuk mengembangkan ide-ide sederhana menjadi inovasi memerangi emisi karbon yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Tentunya program TEY tidak akan berlangsung secara konsisten selama 12 tahun tanpa adanya dukungan dan sinergi positif dari Pemerintah, sekolah, dan komunitas yang terkait hingga para expert yang berpengalaman di bidangnya. Generasi masa kini pun didukung dengan literasi dan akses teknologi sehingga gerakan pengurangan jejak karbon dapat menjadi gaya hidup baru,” ujar Bob Azam melalui keterangan resminya.
 
Program TEY merupakan salah satu upaya nyata dalam mewujudkan komitmen Toyota Environmental 2050. Sebagai aktivitas kepedulian lingkungan dengan eksistensi lebih dari 1 dasawarsa, kehadiran TEY diharapkan dapat menginspirasi generasi penerus bangsa untuk menghasilkan inovasi untuk memerangi karbon sebagai musuh bersama dan mengurangi emisi karbon melalui ide-ide yang dikompetisikan.
 
Finance Admin & Logistics Support Director PT Toyota-Astra Motor, Suranywaty Tjandrasa, menyebutkan bahwa perusahaan secara global mempunyai komitmen yang tinggi dalam hal netralitas karbon baik melalui teknologi (green manufacture, green product, dll), berbagai inovasi terintegrasi yang dapat menurunkan jejak karbon, maupun melalui berbagai aktivitas sosial dan advokasi publik seperti TEY.
 
 
“Guna tercapainya Sustainable Development Goals (SDG), maka adalah menjadi tugas kita semua di segala elemen dan lapisan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam upaya mengurangi emisi karbon. Dengan adanya kesadaran terhadap lingkungan, dimulai dari hal yang paling sederhana, kita bahu-membahu seperti menjaga pola konsumsi, maupun melakukan konservasi lingkungan hidup. Kami percaya, bersama anak muda, kita punya kemampuan besar untuk menjadi motor pergerakan dan penggiat netralitas karbon,” kata Suranywaty.
 

Netralitas Karbon Termasuk Rencana Nasional

Netralitas karbon merupakan target nasional yang harus diwujudkan oleh semua pihak untuk mengurangi dampak yang terasa bagi kehidupan masyarakat di masa kini serta generasi yang akan datang. Seluruh elemen masyarakat diharapkan andil serta partisipasinya dalam upaya Indonesia dan dunia yang lebih bersih sehingga bisa dinikmati tidak hanya untuk saat ini namun berkelanjutan di masa depan.
 
Upaya nyata untuk mengurangi karbon pun menjadi perhatian utama Presiden Joko Widodo yang telah mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK) yang akan menurunkan emisi karbon sebesar 41 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2030.
 
Mengutip pernyataan Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan RI, Siti Nurbaya dalam Indonesia Green Summit 2021 yang menyatakan Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi dari lima sektor yang meliputi sektor energi, limbah, industri, pertanian, dan kehutanan. Selain itu, Indonesia berkomitmen dalam meningkatkan ketahanan iklim melalui ketahanan ekonomi, sosial, dan sumber penghidupan, serta ekosistem dan lanskap.
 
Di tengah kondisi ekonomi yang berangsur pulih pasca pandemi, cita-cita Indonesia mengurangi jejak karbon untuk ketahanan iklim dalam jangka panjang dijalankan secara harmoni beriringan dan dikelola dalam bentuk ekonomi pembangunan hijau. Artinya semangat peningkatan ekonomi oleh masyarakat untuk taraf hidup yang lebih baik perlu disinergikan dengan literasi bahwa upaya netralitas karbon harus disegerakan karena emisi karbon berdampak terhadap perubahan iklim global dan peningkatan suhu yang terasa berubah dengan cepat.
 
Jejak karbon dapat dikurangi oleh semua pihak melalui peningkatan efisiensi energi dan perubahan gaya hidup serta kebiasaan sehari-hari. Toyota Indonesia melihat potensi besar yang dimiliki anak muda sebagai populasi terbesar di Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hasil sensus Penduduk 2020 menyebutkan Usia Muda Dominasi Penduduk Indonesia. Dari total 270 juta jiwa penduduk, sebesar 54 persen merupakan generasi milenial dan generasi z. Hal ini menandakan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia merupakan anak muda yang dapat ditanamkan kepeduliannya sejak dini akan pentingnya keberlangsungan penghijauan yang berdampingan dengan pertumbuhan ekonomi.

(ERA)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id