comscore

Edukasi Konsep Netralitas Karbon Kepada Generasi Muda

Ekawan Raharja - 20 Desember 2021 10:00 WIB
Edukasi Konsep Netralitas Karbon Kepada Generasi Muda
Bob Azam (kanan) membuka TEY Ke-12 untuk mengajak generasi muda mengenali konsep netralitas karbon. Toyota
 
“Guna tercapainya Sustainable Development Goals (SDG), maka adalah menjadi tugas kita semua di segala elemen dan lapisan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam upaya mengurangi emisi karbon. Dengan adanya kesadaran terhadap lingkungan, dimulai dari hal yang paling sederhana, kita bahu-membahu seperti menjaga pola konsumsi, maupun melakukan konservasi lingkungan hidup. Kami percaya, bersama anak muda, kita punya kemampuan besar untuk menjadi motor pergerakan dan penggiat netralitas karbon,” kata Suranywaty.
 

Netralitas Karbon Termasuk Rencana Nasional

Netralitas karbon merupakan target nasional yang harus diwujudkan oleh semua pihak untuk mengurangi dampak yang terasa bagi kehidupan masyarakat di masa kini serta generasi yang akan datang. Seluruh elemen masyarakat diharapkan andil serta partisipasinya dalam upaya Indonesia dan dunia yang lebih bersih sehingga bisa dinikmati tidak hanya untuk saat ini namun berkelanjutan di masa depan.
 
Upaya nyata untuk mengurangi karbon pun menjadi perhatian utama Presiden Joko Widodo yang telah mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK) yang akan menurunkan emisi karbon sebesar 41 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2030.
 
Mengutip pernyataan Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan RI, Siti Nurbaya dalam Indonesia Green Summit 2021 yang menyatakan Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi dari lima sektor yang meliputi sektor energi, limbah, industri, pertanian, dan kehutanan. Selain itu, Indonesia berkomitmen dalam meningkatkan ketahanan iklim melalui ketahanan ekonomi, sosial, dan sumber penghidupan, serta ekosistem dan lanskap.
 
Di tengah kondisi ekonomi yang berangsur pulih pasca pandemi, cita-cita Indonesia mengurangi jejak karbon untuk ketahanan iklim dalam jangka panjang dijalankan secara harmoni beriringan dan dikelola dalam bentuk ekonomi pembangunan hijau. Artinya semangat peningkatan ekonomi oleh masyarakat untuk taraf hidup yang lebih baik perlu disinergikan dengan literasi bahwa upaya netralitas karbon harus disegerakan karena emisi karbon berdampak terhadap perubahan iklim global dan peningkatan suhu yang terasa berubah dengan cepat.
 
Jejak karbon dapat dikurangi oleh semua pihak melalui peningkatan efisiensi energi dan perubahan gaya hidup serta kebiasaan sehari-hari. Toyota Indonesia melihat potensi besar yang dimiliki anak muda sebagai populasi terbesar di Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hasil sensus Penduduk 2020 menyebutkan Usia Muda Dominasi Penduduk Indonesia. Dari total 270 juta jiwa penduduk, sebesar 54 persen merupakan generasi milenial dan generasi z. Hal ini menandakan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia merupakan anak muda yang dapat ditanamkan kepeduliannya sejak dini akan pentingnya keberlangsungan penghijauan yang berdampingan dengan pertumbuhan ekonomi.

(ERA)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id