Industri Otomotif

    50 Tahun Eksis Di Indonesia, Toyota Siapkan 'Dapur' Mobil Listrik

    Ekawan Raharja - 11 April 2021 12:00 WIB
    50 Tahun Eksis Di Indonesia, Toyota Siapkan 'Dapur' Mobil Listrik
    Ilustrasi. Toyota



    Jakarta: Toyota Indonesia kini sedang berbahagia karena sudah mencapai umur 50 tahun eksis di kancah otomotif nasional. Meski sudah mencapai usia emas, mereka tidak terlena dan kini sedang mempersiapkan dengan matang 'dapur' mobil listrik.

    Dapur yang dimaksud adalah kesiapan dari segi produksi pabrik hingga layanan, sebelum jenama asal Jepang tersebut benar-benar mulai memproduksi mobil listrik di Indonesia. Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono, menyebutkan pabrik di Karawang, Jawa Barat, akan mulai memproduksi mobil hybrid tahun depan.

     



    "Mobil hybrid Toyota made in Indonesia ini nanti tidak hanya untuk pasar domestik, tetapi juga untuk pasar ekspor," kata Warih melalui siaran video Youtube Toyota Indonesia.

    Sayangnya, belum diketahui mobil apa yang akan disematkan dengan teknologi hybrid ini. Mengingat pabrik di Indonesia memproduksi sejumlah model seperti Kijang Innova, Fortuner, dan model-model lainnya.

    Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, menjelaskan saat ini mereka sedang mempersiapkan berbagai hal di dalam pabrik. Persiapan tidak hanya sekadar teknologi produksi, tetapi sumber daya manusia (SDM) juga dipersiapkan dengan baik untuk menyambut rencana ini.
     

    "Memang tepat sekali transformasi industri itu kita bicara mengenai people, jadi memang untuk masuk era elektrifikasi kita diuntungkan dengan memiliki cadangan nikel yang besar, tapi ini tidak akan cukup, kita juga harus memiliki SDM (Sumber Daya Manusia) yang mengerti dan ini menjadi catatan panjang kita yang telah memasuki usia 50 tahun," kata Bob di kesempatan terpisah.

    Ada sejumlah program yang mereka persiapkan untuk meningkatkan SDM, mulai dari program diploma yang bisa dicontoh konsepnya kekurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), bekerja sama dengan 7 universitas untuk melahirkan riset mobil listrik, dan berbagai langkah lainnya.

    "Kemudian kita juga punya mempelajari konsumen behaviour, karena konsumen kita sangat unik akan dipenuhi generasi millenial dan mereka akan menjadi leading konsumen ke depan. Kita harus punya itu, kita akan menjadikan pemimpin perubahan dan bisa memberikan perubahan sebesar-sebesarnya," tegas Bob.

    (ERA)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id