comscore

Jajal Mobil Listrik Hyundai di Sirkuit, Sensasinya Seperti Mobil Balap

Adri Prima - 19 Maret 2021 21:12 WIB
Jajal Mobil Listrik Hyundai di Sirkuit, Sensasinya Seperti Mobil Balap
Dua mobil listrik Hyundai, Kona Electric dan Ioniq Electric. medcom.id/adri
Jakarta: Industri otomotif kini tengah memasuki tahap transisi menuju kendaraan elektrifikasi. Beberapa pabrikan otomotif pun sudah mulai memasarkan model-model mobil listrik untuk pasar Indonesia. 

Seperti Hyundai yang sudah merilis dua model kendaraan listrik antara lain Hyundai Ioniq Electric dan Hyundai Kona Electric. Bertujuan untuk mensosialisasikan produk mobil listriknya, Hyundai mengajak para jurnalis otomotif nasional untuk menjajal langsung performa sekaligus kenyamanan yang ditawarkan oleh kedua mobil listrik tersebut.
Demi menjawab rasa penasaran jurnalis terhadap mobil listrik Ioniq dan Kona, Hyundai menggelar sesi test drive di Sirkuit Sentul, Bogor, Jumat 19 Maret 2021. 

Masing-masing jurnalis diberi kesempatan mencoba kedua mobil secara bergantian. Redaksi Medcom.id, mendapat kesempatan pertama menjajal Ioniq Electric lalu beralih ke Kona. 

Sesi test drive kali ini dikemas dalam beberapa sesi mulai dari akselerasi, tingkat stabilitas saat menikung tajam dalam kecepatan tinggi, hingga sesi bermanuver alias slalom. 

Tak hanya itu, kecepatan yang dipacu di sirkuit membuat mobil membutuhkan pengereman optimal. Terbukti dengan versi standar bawaan, Ioniq dan Kona Electric memiliki teknologi pengereman canggih dengan bantuan sistem deselerasi yang ada di kedua model tersebut. 
 

Akselerasi layaknya mobil balap/sports car

Salah satu karakter mobil listrik adalah tenaga yang dialirkan motor listrik. Imbasnya, saat pertama kali menginjak pedal akselerator, mobil akan merespon nyaris tanpa jeda sehingga memberikan sensasi layaknya menggeber mobil sport atau mobil balap. Hanya saja, kedua mobil listrik Hyundai ini tanpa suara dan nol emisi. 

Hal ini dibenarkan oleh Product Expert PT Hyundai Motors Indonesia (HMI), Banar Pakpahan. "Karakter mobil listrik memang terletak pada tenaga dan torsi maksimum yang dirasakan dari RPM nol. Ketika menginjak pedal akselerator daya dorongnya jauh lebih kuat dibanding mobil konvensional," kata Banar kepada Medcom.id.

Secara umum kedua mobil menawarkan sensasi yang mirip. Pasalnya, posisi baterai EV terletak pada panel lantai kendaraan yang menciptakan pusat gravitasi rendah yang membuat stabilitas kendaraan semakin maksimal. 

"Pusat gravitasi rendah mengurangi body roll sehingga pengendalian lebih nyaman sekaligus membuat akselerasi dan perlambatan menjadi stabil," lanjut Banar.  

Namun begitu, perbedaan yang dirasakan saat mencoba langsung adalah Ioniq Electric sedikit lebih menyenangkan saat bermanuver cepat dibanding Kona Electric. Hal ini mungkin saja karena Kona berjenis SUV sehingga efek limbung masih sedikit terasa saat bermanuver cepat. 

Namun akibat pusat gravitasi ke bawah, efek limbung Kona Electric masih dalam batas toleransi bahkan terasa masih jauh lebih baik dibanding SUV konvensional lainnya. 
 

Perbedaan spek Ioniq dan Kona

Hyundai Ioniq Electric memiliki kapasitas baterai sebesar 38,3 kW jenis lithium-ion polymer terbaru. Kapasitas besar ini mampu menempuh jarak perjalanan cukup jauh yaitu hingga 373 km berdasarkan pengetesan internal Hyundai.

Untuk urusan tenaganya setara dengan 136 hp atau sekitar 100 kW dan torsinya mencapai 295 Nm. Satu-satunya fitur unik yang jarang dijumpai untuk tipe mobil listrik dari brand lainnya adalah penggunaan sistem deselerasi melalui paddle shift. 

Jajal Mobil Listrik Hyundai di Sirkuit, Sensasinya Seperti Mobil Balap

Namun berbeda dengan paddle shift pada umumnya, punya Ioniq EV ini memiliki fungsi sebagai sistem pengereman regeneratif. Yaitu memanfaatkan panas yang terjadi di sistem pengereman dan mengubahnya jadi tenaga listrik untuk diisi kembali ke baterai.

Sedangkan untuk Hyundai Kona Electric memiliki kapasitas baterai yang sedikit lebih besar yakni 39,2 Kw dan menumpahkan torsi 395Nm yang didistribusikan melalui roda depan. Sehingga dari sisi tenaga, Kona Electric punya spesifikasi yang lebih besar dibanding Ioniq Electric.

Untuk harga, Ioniq Electric dijual dengan harga Rp 624.800.000 (Prime) dan Rp 664.800.000 (Signature). Sedangkan Hyundai Kona Electric dipasarkan dengan harga Rp 674.800.000 (OTR Jakarta). 

Jajal Mobil Listrik Hyundai di Sirkuit, Sensasinya Seperti Mobil Balap

(ACF)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id