Transformasi 'Gender' ala Suzuki Baleno

    Ahmad Garuda - 14 Desember 2019 20:33 WIB
    Transformasi 'Gender' ala Suzuki Baleno
    Mengenal sejarah Baleno yang sempat ambigu menentukan modelnya sendiri. Dok medcom.id
    Jakarta: Berbicara soal mobil-mobil klasik, tentu tidak akan ada habisnya. Apalagi jika menyangkutkannya dengan brand otomotif rivalnya yang tentu akan sangat menarik. Namun satu yang ingin kami kupas di artikel kali ini, yaitu transformasi Suzuki Baleno dari sedan jadi mobil hatchback.

    Tentu ini bukan perkara mudah, apalagi dulu mobil ini jadi prestisius ala generasi muda di zamannya. Lalu di mana awal perubahan Baleno dari sedan jadi hatchback?

    Medium Sedan nan Rupawan
    Bisa dibilang Baleno yang merupakan penerus Esteem setelah tak diproduksinya mobil tersebut di akhir 1995, langsung menuai perhatian besar. Lantaran desain dan parasnya nan rupawan. Mobil ini bahkan diklaim sebagai idola kaum remaja di zamannya meski berhadapan langsung dengan Honda Civic dan Toyota All New Corolla saat itu.

    Mengusung mesin dengan kode khusus G16B dengan sistem SOHC 16 katup berkapasitas mesin 1,600 cc. Namun berbeda dengan sistem yang digunakan oleh keluarga Suzuki lainnya seperti VItara, Escudo dan Sidekick, Baleno punya sistem elektronic point injection untuk pengkabutan bahan bakarnya.

    Baleno Next-G, Mulai Lari dari Pakem Sedan
    Peluncuran generasi kedua Baleno ini bisa dibilang kurang meraup sukses. Lantaran pakem sedan yang mereka gunakan selama ini, malah bergeser. Yaitu kaki-kaki dibuat lebih tinggi dan bagian bodi seakan mengadopsi desain kaki-kaki segmen MPV atau Low SUV yang tinggi.

    Meski dibekali dengan ragam sistem safety yang cukup mumpuni di zamannya, namun desain yang sudah terbilang gagal mengetuk hati pecinta Baleno sebelumnya, membuatnya malah terpuruk. Sementara di bagian mesin, ada perubahan besar lantaran kodenya sudah M15A dan menggunakan konfigurasi DOHC.

    Baleno Generasi Ketiga Masih Galau Memilih Model
    Ambisi Suzuki untuk tetap menjaga Baleno sebagai sebuah varian sedan kembali terlihat di 2008. Mobil yang harusnya dikembalikan ke desain sedan nan rupawan seperti halnya generasi pertama itu, kembali berubah dari desain generasi kedua. Bahkan bisa dibilang generasi ketiga ini justru lebih mirip dengan sebuah crossover.

    Jika dilihat sepintas, mobil ini seperti jadi SX4 atau seri crossover Suzuki yang sukses dengan hanya menambahkan buritan agar terlihat seperti sedan. Tapi ini tidak bertahan lama dan membuatnya kembali tak bertahan di pasar otomotif nasional.

    Baleno Memilih jadi Hatchback
    Transformasi panjang Baleno akhirnya berakhir di model hatchback. Ujian terhadap desain pun dilewati dengan baik oleh Suzuki. Mereka mendesain versi hatchback-nya ini dengan sangat baik dan menarik. Platform baru yang mereka gunakan yaitu Heartect, jadi andalan Suzuki di jagoan barunya itu.

    Meski perlahan meraup penjualan yang mulai membaik untuk nama Baleno, namun masih jadi tugas besar Suzuki untuk membawanya ke level yang lebih baik. Apakah ini menjadi langkah awal mereka untuk meluncurkan varian baru nantinya? kita tunggu langkah selanjutnya mobil yang kini jadi rival Honda Jazz, Toyota Yaris bahkan Hyundai i20 itu.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id