Peraturan Lalu Lintas

    Rencana Penerapan Tilang Elektronik di Seluruh Indonesia

    M. Bagus Rachmanto - 23 Januari 2020 10:04 WIB
    Rencana Penerapan Tilang Elektronik di Seluruh Indonesia
    Kamera pengawas atau CCTV terpasang di JPO Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. MI/Pius Erlangga
    Jakarta: Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri berencana menerapkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) di seluruh Indonesia. Hal itu bakal dilakukan secara bertahap. 

    Pemerintah daerah disebut ikut memiliki andil besar dengan mulai menyiapkan alat tilang elektronik tersebut. Sebab ketertiban pengendara mencerminkan ketertiban daerah.

    Ditlantas Polda Metro Jaya telah menerapkan tilang elektronik sejak 1 November 2018. Mulanya baru ada dua kamera e-TLE, kemudian ditambah 10 kamera dengan empat fitur terbaru pada Senin, 1 Juli 2019.
     
    Jenis pelanggaran yang dapat terekam e-TLE saat pertama kali diterapkan merupakan marka jalan dan lampu lalu lintas. Empat fitur baru kemudian ditambahkan, yakni pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan telepon gengam saat berkendara, dan kecepatan maksimal 40km per jam.
     
    Dua belas kamera ini ditempatkan di kawasan Sudirman-Thamrin. Di antaranya, JPO MRT Senayan, JPO MRT Semanggi, JPO Kementerian Pariwisata (Kemenpar), JPO MRT Kemenpan RB, Fly Over Sudirman, Simpang Bundaran Patung Kuda, Fly Over Thamrin, Simpang Sarinah, Simpang Sarinah Starbucks, dan JPO Plaza Gajah Mada.

    Surabaya menjadi kota kedua yang menerapkan sistem itu. Nantinya para pengendara yang melakukan pelanggaran akan diberi sanksi sesuai ketentuan berlaku.
     
    Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Istiono mengatakan bahwa penerapan sistem tilang elektronik itu dilakukan karena proses penegakan hukum secara konvensional dirasa kurang efektif.

    "Kami harap penerapan e-tilang ini, seluruh proses tilang akan lebih efektif dan efisien," kata Istiono di Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

    Istiono menjelaskan e-tilang merupakan digitalisasi proses tilang dengan memanfaatkan Closed Circuit Television (CCTV). CCTV yang digunakan dapat mendeteksi berbagai jenis pelanggaran, dan menyanjikan data kendaraan pelanggar secara otomatis.

    "Jadi program ini mengarah pada aktivitas intelijen, dan alat ini mampu menggantikan manusia," jelas Istiono.
     
    Istiono mengatakan rekaman CCTV juga dapat digunakan sebagai barang bukti dalam perkara pelanggaran lalu lintas. Menurut Istiono penerapan e-tilang ini tujuan utamanya adalah untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas serta memudahkan penindakan terhadap pelanggaran.
     
    "Maka dari itu perlu adanya inovasi seperti yang telah dilaksanakan di wilayah Polda Metro Jaya dan Jawa Timur ini. Karena eranya sudah 4.0," ungkap Istiono.
     
    Sementara Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan, menambahkan penerapan e-tilang untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Luki optimistis penerapan e-tilang mampu menciptakan budaya tertib berlalu lintas bagi masyarakat.
     
    "Jadi manfaatnya banyak untuk mencegah kejahatan juga bisa. Kalau nanti karyawannya para bupati, kepala bagian mau pergi kemana-mana, hati-hati, karena di pintu pintu perbatasan Surabaya sudah dipasang CCTV," ujar Luki.
     
    Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, menyatakan Kota Surabaya siap menerapkan e-tilang. Risma, sapaan akrabnya, menyebut hampir semua jalan di Surabaya telah dipasang CCTV. Kelebihan CCTV yang dipasang itu mampu mendeteksi kecepatan 400 kilometer per jam dan bisa menangkap siapa yang mengemudikannya. "Bahkan untuk di dalam mobil bukan hanya wajah, gerak gerik pengendara juga terdeteksi dan terkoneksi dengan data kependudukan seluruh Indonesia."



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id