• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Seoul Larang Mobil Diesel untuk Kurangi Polusi Udara

Arpan Rahman - 07 November 2018 19:05 wib
Kota Seoul di Korsel. (Foto: AFP)
Kota Seoul di Korsel. (Foto: AFP)

Seoul: Kota Seoul mengumumkan larangan beroperasi bagi mobil diesel tua demi mengurangi tingkat polusi di ibu kota Korea Selatan, Rabu 7 November 2018. Larangan dikeluarkan karena tingkat partikel debu di Seoul melonjak tajam ke level yang mengkhawatirkan.

Dilansir dari kantor berita UPI, Pemerintah Metropolitan Seoul menyebut truk-truk tua bermesin diesel yang berbobot lebih dari 2,5 ton dan sudah beroperasi di atas 13 tahun dilarang memasuki wilayah ibu kota. Tidak hanya itu, pemerintah juga menyarankan agar mobil berpelat nomor genap untuk tidak masuk ke Seoul.

Tempat parkir di sejumlah institusi publik ditutup, dan situs konstruksi juga disarankan untuk memangkas jam kerja. Semua itu dilakukan demi mengurangi tingkat polusi di Seoul.

Larangan ini ditetapkan saat level polutan PM 2,5 mencapai lebih dari 50 mikrogram per meter kubik pada Selasa 6 November. PM 2,5 merujuk pada partikel kecil yang ukurannya kurang dari 2,5 mikron.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel menyebut PM 2,5 dapat mengancam kesehatan jika memasuki saluran pernapasan manusia. Partikel itu juga dapat menyebabkan iritasi di mata, hidung serta tenggorokan.

Jika larangan ini berjalan lancar, maka diharapkan level PM 2,5 saat ini dapat berkurang 40 persen. Menurut media Yonhap, terdapat lebih dari 320 ribu kendaraan tua bermesin diesel yang tercatat di Seoul, 200 ribu lainnya bermesin sama namun usianya relatif muda.

Seoul juga menerapkan pembatasan terhadap produksi di 11 pembangkit listrik tenaga panas bumi. Seoul memangkas produksi listrik hingga 1,1 juta kilowatt per hari, yang dapat mengurangi partikel debu kecil hingga 2,3 ton.


(WIL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.