Test Drive

    Teknologi e-Power Nissan Kicks, Galak di Segala Kondisi

    Ekawan Raharja - 27 Oktober 2020 09:00 WIB
    Teknologi e-Power Nissan Kicks, Galak di Segala Kondisi
    Nissan Kicks e-Power merapah ke daerah Dieng Jawa Tengah. Medcom.id/Ekawan Raharja
    Jakarta: Beberapa waktu lalu PT Nissan Motor Indonesia (NMI) telah meluncurkan Nissan Kicks e-Power untuk pasar tanah air. SUV ini menjadi model berteknologi e-Power pertama yang dipasarkan di Indonesia, setelah mereka beberapa tahun lalu memperkenalkan teknologi serupa melalui model Note.

    Mobil berbanderol Rp449 juta ini mengusung penggerak motor listrik dengan tenaga mencapai 129 ps. Namun aliran torsi yang sampai ke roda cukup memuaskan karena mencapai 260 Newton meter (Nm). dan berlaku sejak berada di kecepatan rendah.

    "Hal inilah yang membuat kami sangat optimis bahwa mobil ini akan mendapatkan respon bagus di masyarakat. Mengingat teknologi yang diusung mengedepankan masa teknologi masa depan, sementara masih mendukung perilaku atau kondisi yang ada di Indonesia yaitu penggunaan bahan bakar untuk bepergian ke luar kota," ujar Direktur Pemasaran PT NMI, Bagus Susanto kepada Medcom.id beberapa waktu lalu.

    Teknologi e-Power Nissan Kicks, Galak di Segala Kondisi

    Pahami Cara Kerja e-Power dan Penggerak Rodanya

    Untuk mengajak kendaraan yang syarat teknologi ini ke luar kota, Anda wajib paham akan cara kerja e-Power dan teknologi penggerak rodanya. Meski ditenagai baterai dan digerakkan oleh motor listrik, namun peran mesin 1,200 cc berkonfigurasi 3 silinder di balik kap mesin juga cukup besar. Terutama saat berakselerasi kuat.

    Terdapat tiga mode berkendara yang bisa dimanfaatkan di mobil ini. Mode pertama adalah mode D (drive) yang juga terdapat di mobil bertransmisi otomatis lainnya. Di mode ini efek pengereman bisa dibilang tidak ada sehingga untuk membuat energi kinetik dari sistem pengereman bekerja mengisi kembali energi di baterai itu sangat minim dan dilakukan dengan manual.
     

    Mode yang kedua adalah mode berkendara Eco (ekonomis). Mode ini membuat mobil ini bekerja dengan penggunaan energi seminimal mungkin. Di mode ini teknologi one pedal operation yang sudah bekerja. Di mana saat pedal gas ditekan, maka mobil akan berakselerasi dan melepas energi dari baterai ke penggerak roda. Ketika pedal diangkat, tuas rem akan bekerja secara otomatis dan kondisi inilah yang membuat energi kinetik diolah kembali untuk mengisi baterai.

    Mode berkendara ketiga adalah mode S (sport atau agresif). Di mode ini, semua yang bekerja di mode Eco itu diperkuat atau lebih agresif lagi di mode ini. Saat melalui jalan berkelok seperti di Dieng, Jawa Tengah yang sempit dan patah-patah, berkendara di mode ini membuat pembeda yang besar dari kendaraan yang hanya punya mesin pembakaran dalam saja.

    Jangan heran ketika Anda menekan pedal gas sangat dalam dan mesin ikutan meraung. Meski bekerja dengan motor listrik sepenuhnya, namun ketika energi yang digunakan dari baterai terkuras cepat, maka mesin bensinnya bekerja dengan RPM lebih tinggi untuk mengisi baterai lebih cepat. Sementara di tuas transmisi, hanya ada tiga posisi yang mudah dipahami. Di antaranya mode Parkir (P), Drive (D), Netral (N) dan Rear (R).
    Teknologi e-Power Nissan Kicks, Galak di Segala Kondisi

    Konsumsi Bahan Bakar

    Kok, ada pertanyaan berapa konsumsi bahan bakar di mobil ini? Mengingat mobil ini masih mengusung mesin bensin dengan konfigurasi 3 silinder segaris berkapasitas 1,200 cc. Mesinnya hanya berfungsi sebagai generator dengan putaran mesin yang disesuaikan dengan penggunaan energi di baterai. Jika mobil diajak ngebut, maka putaran mesin juga semakin tinggi.

    Namun untuk penggunaan bahan bakar, terbilang irit. Saat melakukan pengetesan dengan cara berkendara agresif dan kecepatan tinggi di tol, konsumsi BBM mencapai di atas 20 km per liter. Sementara di kondisi jalan berkelok dan pegunungan, hanya sekitar 15-16 km per liter.
     

    Kenyamanan Tinggi

    Banyak hal yang membuat kami cukup kaget dengan impresi berkendara menggunakan mobil ini. Di antaranya adalah jok semi bucket seat. Bagian samping jok pengemudi dan penumpang di depan, seakan mendekap erat ke tubuh pengemudi. Sehingga untuk digunakan di medan semi offroad, rasanya tidak masalah.

    Teknologi intelligent cruise control juga sangat membantu saat melakukan perjalanan di jalur bebas hambatan seperti tol Cipali atau tol layang Cikampek yang cenderung sepi. Teknologi ini mampu mendeteksi kendaraan yang ada di depan dan menyesuaikan kecepatan dengan sendirinya. Ketika mobil di depan berpindah jalur atau lebih cepat, maka teknologi ini akan kembali ke kecepatan yang ditetapkan.

    Bagian yang juga sangat membantu adalah blind spot warning yang terdapat dekat pangkal atau engsel pintu depan. Teknologi ini bekerja bersama sensor yang memberitahu kondisi di seputar mobil ketika ingin berpindah jalur. Ini menjadi teknologi keselamatan yang sangat membantu ketika melakukan perjalanan ke luar kota.

    Teknologi e-Power Nissan Kicks, Galak di Segala Kondisi

    Teknologi Suspensi Khas Nissan

    Salah satu hal yang membuat Kicks nyaman dikendarai di segala kondisi, lantaran setup suspensi khas Nissan yang nyaman. Saat digunakan di kondisi jalan bergelombang dengan kecepatan tinggi, peredamannya bekerja dengan baik dan efek limbung bisa dibilang tak ada. Sedangkan di kondisi jalan rusak, pun sanggup dilibas dengan baik.

    Rivalitas di Sistem Hybrid

    Jika mencari mobil yang benar-benar bisa bersaing dengan Kicks e-Power untuk pasar Indonesia, bisa dibilang masih belum ada. Namun untuk mobil-mobil berteknologi ramah lingkungan sudah ada beberapa. Di antaranya adalah Toyota C-HR dan MItsubishi Outlander PHEV. Namun kedua mobil ini punya teknologi hybrid dimana mesin bensinnya masih ikut membantu menggerakkan roda. Sementara di Kicks e-Power, motor listrik mengambil alih sepenuhnya penggerak roda.

    (ERA)
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id