Pelumas Otomotif

    Pelumas untuk Mesin Penenggak D-100 Disiapkan

    Ekawan Raharja - 29 Juli 2020 13:28 WIB
    Pelumas untuk Mesin Penenggak D-100 Disiapkan
    Pabrik Pertamina Lubricants. MI/ARYA MANGGALA
    Jakarta: Pertamina sudah mengumumkan berhasil membuat bahan bakar solar baru dengan campuran minyak nabati lebih banyak yakni D-100. Kehadiran bahan bakar baru ini kemudian direspon juga oleh anak perusahaannya, Pertamina Lubricants, yang menyiapkan pelumas khusus untuk mesin penenggak biodiesel D-100.
     
    Coordinator of Product Development Specialist PT Pertamina Lubricants, Sinung Wikantoro, mengakui perusahaannya sudah melakukan riset untuk menghadirkan pelumas yang cocok dengan spesifikasi mobil di Indonesia. Hal ini juga sejalan karena pemerintah juga sedang gencar untuk meningkatkan konsumsi minyak nabati untuk hasilkan biodiesel yang lebih ramah lingkungan.
     
    "Untuk semua kebutuhan pelumas di otomotif dan industri kebanyakan, kami sudah mengantisipasi dengan menyiapkan produk apa saja yang dibutuhkan," kata Sinung melalui webinar.
     
    "Pemerintah punya peraturan untuk meningkatkan penggunaan minyak nabati di bahan bakar atau biodiesel, otomatis kami juga harus mengantisipasi. Jadi itu salah satu yang kami prioritaskan untuk pengembangan yang saat ini berjalan," lanjut Sinung.
     
    Pengembangan pelumas ini tentu tidak mudah, dan ada sejumlah tantangan yang menghadang. Salah satunya karakteristik bahan bakar yang kini kandungan minyak nabatinya lebih banyak dan pelumas mesin harus bisa bertahan.
     
    "Bagaimana kami membuat pelumas agar bisa bertahan dengan kondisi bahan bakar yang mulai berubah jadi 100% nabati,” tambah Product Development Specialist Automotive Gear Oil PT Pertamina Lubricants, Fathona Shorea Nawawi, dikesempatan yang sama.
     
    Bahan bakar D-100 ini merupakan hasil Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPO) produksi PT Pertamina (Persero). RBDPO adalah minyak kelapa sawit atau CPO yang telah diproses lebih lanjut sehingga hilang getah, impurities dan baunya.
     
    D-100 yang diproduksi Pertamina memiliki spesifikasi Cetane Number yang sangat tinggi, yaitu hingga 79 sehingga diyakini dapat menghasilkan performa kendaraan yang lebih baik sebagai campuran bahan bakar. Mereka pun sudah melakukan uji coba melalui uji jalan dan bisa berjalan dengan baik. Saat uji coba dilakukan, Pertamina menggunakan campuran D-100 sebanyak 20 persen, Dexlite sebanyak 50 persen, dan FAME sebanyak 30 persen.

    (UDA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id