Peraturan Pemerintah Soal Mobil Listrik Masih 'Menggantung'

    Ekawan Raharja - 13 November 2019 10:20 WIB
    Peraturan Pemerintah Soal Mobil Listrik Masih 'Menggantung'
    DFSK Glory E3 sudah diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia. DFSK
    Jakarta: Sejumlah merek otomotif sudah memperkenalkan mobil listriknya, dan menanti peraturan pemerintah selengkap-lengkapnya sebelum meluncurkan mobil ramah lingkungan itu. DFSK yang sudah memperkenalkan Glory E3 di Gaikindo Indonesia Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 juga merasa peraturan yang ada belum cukup untuk memasarkan mobil listriknya.

    Managing Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, menerangkan hingga saat ini belum meluncurkan mobil listriknya karena penentuan harganya masih belum dilakukan. Alasannya, mereka akan kesulitan melakukan subsidi harga untuk menemukan harga yang cocok dengan pasarnya dan peraturan yang ada sekarang.

    "Berbicara mengenai mobil listrik, baterainya saja sudah mahal akan susah untuk menjual unit karena harganya akan menjadi mahal kalau tidak ada regulasi khusus untuk insentif. Makanya kami masih menunggu aturan pemerintah untuk mendukung suara konsumen atas ketertarikannya membeli mobil listrik," ungkap Franz Wang di Dealer DFSK Pondok Indah Jakarta Selatan.

    Peraturan Pemerintah Soal Mobil Listrik Masih 'Menggantung'

    Dia menjelaskan soal subsidi pun harus diberikan mengingat baterai yang sangat mahal. Sehingga diharapkan regulasi ini bisa menjadi subsidi dengan memberikan keringan-keringanan bagi konsumen yang ingin memiliki mobil listrik.

    Selain itu, mereka juga memiliki rencana untuk menekan harga mobil listrik dengan melakukan produksi lokal. Diakuinya mereka siap dengan memanfaatkan pabriknya di Cikande, Serang, Banten.

    "Produk dan teknologinya ada, kami membuatnya tidak akan sulit meski ada beberapa progres yang telah dilakukan di pabrik, tapi tidak kesulitan dalam teknologi. Hal yang penting adalah alasan kami melakukannya, jika ada pasar dan aturannya jelas kami akan melakukannya," tukasnya.

    Glory E3 ini sudah dipasarkan di Tiongkok dengan model sport utility vehicle (SUV). Mobil ini memiliki keunggulan menggunakan baterai berukuran 52,56 yang bisa membuat SUV listrik tersebut melaju hingga 405 km. Untuk urusan pengisian fast charging cukup 30 menit untuk mengisi daya dari 20 persen ke 80 persen. Sedangkan slow charging cukup memakan waktu 8 jam.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id