Jokowi Optimis Target Ekspor 1 Juta Mobil di 2024

    M. Bagus Rachmanto - 12 Desember 2019 16:31 WIB
    Jokowi Optimis Target Ekspor 1 Juta Mobil di 2024
    World Premiere Isuzu Traga di Isuzu Karawang Plant, Karawang, Jawa Barat. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto
    Karawang: Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo ke acara 'World Premiere Isuzu Traga' di Karawang Plant di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, tak sekadar meresmikan ekspor perdana Isuzu Traga ke sejumlah negara sahabat.

    Jokowi mengungkap alasan dirinya mau berkunjung ke perusahaan itu, lantaran fokus kerja pemerintah sekarang ini adalah bagaimana mengurangi impor dan meningkatkan ekspor. 

    "Kenapa saya mau datang, karena ada ekspor perdana Isuzu Traga pada hari ini," kata Jokowi di Isuzu Karawang Plant di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, Kamis (12/12/2019). 

    Jokowi optimistis target ekspor 1 juta mobil dari sektor otomotif dapat terwujud pada 2024, mendatang. "Kalau sekarang bisa USD8 miliar (sekitar Rp1,1 triliun), di 2024 harus tiga kali lipat. Kita sering tidak percaya diri, karena kerja tidak memakai target yang realistis. Defisit harus diatasi dalam 4-5 tahun kedepan. Sehingga negara Indonesia akan menjadi production hub. Saya melihat peluang sangat terbuka lebar."

    Ia mengatakan kalau kegiatan ekspor industri otomotif ke depannya semakin meningkat, defisit neraca perdagangan jadi mengecil dan neraca perdagangan bisa surplus.

    "Ini yang diharapkan pemerintah. Ekspor semakin naik, sehingga defisit neraca perdagangan bisa rampung. Sehingga bisa tarung dari negara lain pun siap," sambung Jokowi.

    Lebih lanjut Jokowi berharap Isuzu bisa meningkatkan target ekspornya ke sejumlah negara. "Dalam tiga tahun kedepan diharapkan akan masuk ke 20 negara. Ini yang diharapkan negara, ekspor semakin meningkat. Neraca perdagangan kita diharapkan surplus, jangan sampai impornya lebih banyak dari ekspor."

    Ekspor dari Isuzu Traga ini tidak hanya berdampak pada lingkaran internal dari Isuzu Indonesia sendiri, melainkan juga pada lingkaran eksternal bisnis Isuzu. Kegiatan ekspor membutuhkan penambahan supplier hingga total supplier yang terlibat mencapai 119 perusahaan. Secara keseluruhan, ekspor akan memberikan tambahan penghasilan bagi para supplier hingga USD9 juta (sekitar Rp126 miliar) per tahun, serta penambahan omset untuk perusahaan logistik dapat mencapai USD3 ribu (sekitar Rp4,2 miliar) per tahun.

    Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Jap Ernando Demily mengatakan, Ekspor ini selain bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi target produksi, juga sebagai bentuk upaya pihaknya untuk terus meningkatkan kualitas produk Isuzu agar memenuhi standar kualitas kelas dunia dan pada akhirnya menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi global kendaraan Isuzu di luar Jepang. Dalam setiap produknya, dan khususnya untuk ekspor Isuzu Traga ini, Isuzu Indonesia berjanji untuk terus berusaha memberikan kualitas, biaya serta penyampaian produk yang terbaik agar dapat menjadi basis produksi yang unggul di grup Isuzu dan dunia.

    Isuzu Indonesia berharap ekspor ini dapat menjadi tonggak baru sejarah Isuzu di Indonesia dan menjadi batu loncatan serta pembuka yang baik untuk persembahan-persembahan lain dari Isuzu untuk Indonesia dan dunia. 




    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id