Mobil Listrik

    Pekan Depan, Grab Car Hyundai Ioniq Electric Mulai Beredar

    Ahmad Garuda - 24 Januari 2020 20:16 WIB
    Pekan Depan, Grab Car Hyundai Ioniq Electric Mulai Beredar
    20 unit Hyundai Ioniq EV, sudah dibeli oleh Grab dan siap dioperasikan akhir Januari 2020. medcom.id/Ahmad Garuda
    Jakarta: Ambisi besar Hyundai Mobil Indonesia untuk lebih aktif meluncurkan produk mobil ramah lingkungan miliknya yaitu mobil listrik, langsung terlihat di awal 2020. Mereka mengenalkan New Hyundai Ioniq Electric yang mereka banderol dengan harga Rp569 juta.

    Uniknya, mereka bahkan sudah menjual 20 unit ke perusahaan transportasi daring yaitu Grab. 20 unit mobil tersebut bahkan sudah mulai dikirim ke perusahaan pemesannya dan pekan depan akan diresmikan penggunaannya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ini berarti pekan depan, kita sudah bisa merasakan duduk di jok mobil listrik pertama Hyundai yang masuk di Indonesia itu.

    "Memang sudah ada 20 unit yang laku dan itu dibeli secara fleet oleh Grab dan beli putus. Tentu ini adalah langkah positif perkembangan mobil listrik di Indonesia, terutama karena beberapa perusahaan transportasi sudah mulai menggunakannya. Tentunya kami juga akan bekerja sama untuk instalasi sistem pengisian baterai untuk beberapa lokasi," ujar Deputy Marketing Director PT Hyundai Mobil Indonesia, Hendrik Wiradjaja kepada Medcom.id saat ditemui di Head Office mereka pada Jumat (24/1/2020).

    Pekan Depan, Grab Car Hyundai Ioniq Electric Mulai Beredar

    Hendrik menegaskan bahwa pemesanan 20 unit mobil listrik ini, tentu bukan sekadar pemesanan begitu saja. Selain pengadaan fasilitas pengisian baterai, Hyundai juga menegaskan pemberian pelatihan kepada driver untuk mengendarai mobil listrik ini. Lantaran mengendarai Ioniq, itu sangat berbeda dengan mobil konvensional.

    "Mobil ini tak lagi memiliki tuas transmisi, karena giginya cuma 1. Namun memiliki paddle shit yang punya fungsi sebagai regeneratif braking system. Artinya paddle shift ini digunakan untuk melakukan deselerasi dan membantu mengubah energi panas dari cakram rem jadi energi listrik dan disimpan kembali ke dalam baterai."

    Cara mengemudi inilah yang Ia maksudkan harus diadaptasi tentu tujuannya untuk membuat penggunaan energi listrik dari baterai bisa lebih efisien. Karena ada imbal balik dari sistem regeneratif ini untuk mengisi ulang baterai.

    Bukan hanya pengemudinya yang harus melalui proses pelatihan mengendarai mobil listrik, namun juga mekanik akan disediakan khusus dan untuk sementara bengkel yang bisa melayani servisnya hanya tipe 3S saja.

    Tentu langkah ini bisa jadi akan membuat pabrikan lain mulai agresif. Beberapa pabrikan yang sudah memiliki mobil listrik dan baru akan menjualnya tahun ini adalah Nissan yang akan meluncurkan Leaf pada Juni.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id