comscore

Ban Ramah Lingkungan Goodyear, Pakai Pakan Ternak & Sekam Padi

Ekawan Raharja - 10 Januari 2022 11:00 WIB
Ban Ramah Lingkungan Goodyear, Pakai Pakan Ternak & Sekam Padi
Ban terbaru Goodyear menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Goodyear
Akron: Goodyear berencana untuk menghadirkan ban mobil yang ramah lingkungan hingga 10 tahun ke depan. Mereka ingin menggunakan bahan-bahan yang berkelanjutan agar bisa berkontribusi menghadirkan lingkungan yang lebih baik lagi.
 
Wakil Presiden Senior, Operasi Global, dan CTO Goodyear, Chris Helsel, menyebutkan mereka sudah meluncurkan ban yang 70 persen kandungannya menggunakan bahan-bahan yang berkelanjutan. Mereka menargetkan hingga 10 tahun ke depan bisa menghadirkan ban dengan bahan-ban yang 100 persen ramah lingkungan.
 
“Kami menetapkan tujuan ambisius pada tahun 2020 untuk membuat ban yang 100% terbuat dari bahan berkelanjutan dalam 10 tahun kedepan. Para ilmuwan serta insinyur kami telah membuat kemajuan besar dalam mewujudkannya,” sebut Chris Helsel melalui keterangan resminya.
 
Ban berbahan ramah lingkungan 70 persen ini mencakup 13 bahan unggulan di sembilan komponen ban yang berbeda, termasuk yang dijelaskan di bawah ini. Indikator kinerja perusahaan telah menunjukkan sifat komponen untuk menghasilkan kinerja ban yang kuat secara keseluruhan.
 
Beberapa diantaranya adalah karbon hitam disertakan dalam ban sebagai penguat kompon dan membantu meningkatkan umur ban dimana secara tradisional dibuat dengan membakar berbagai jenis produk minyak bumi. Ban baru ini menampilkan tiga karbon hitam berbeda yang dihasilkan dari metana, karbon dioksida, dan minyak nabati.
 
 
Penilaian awal terhadap siklus hidup menunjukkan adanya pengurangan emisi karbon dibandingkan dengan metode produksi karbon hitam saat ini atau penggunaan sumber bahan baku berbasis bio atau limbah.
 
Kemudian penggunaan minyak kedelai saat proses produksi ban merupakan inovasi penting yang membantu menjaga kompon karet ban tetap lentur dalam perubahan suhu. Minyak kedelai adalah sumber daya berbasis natura yang mengurangi penggunaan produk berbasis minyak bumi.
 
Sementara hampir 100 persen protein kedelai saat ini hanya digunakan dalam aplikasi makanan/pakan ternak, maka surplus minyak yang signifikan tersisa dan tersedia untuk digunakan dalam aplikasi industri.
 
Selanjutnya adalah silika yakni bahan yang sering digunakan ban untuk membantu meningkatkan daya cengkeram dan mengurangi konsumsi bahan bakar. Ban baru ini mengandung beragam jenis silika unik yang dihasilkan dari abu sekam padi yang merupakan hasil samping pengolahan beras yang sering dibuang khususnya ke tempat pembuangan akhir. Silika berkualitas tinggi telah dihasilkan dari abu limbah ini.
 
Terakhir ada poliester didaur ulang dari botol plastik dan limbah plastik lainnya dengan mengubah poliester menjadi bahan kimia dasarnya dan mengubahnya menjadi poliester tingkat teknis yang layak untuk tali ban.

(ERA)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id