Mobil Terkena Banjir? Gini Langkah Mudah Klaim Asuransi

    Ekawan Raharja - 07 Januari 2020 16:04 WIB
    Mobil Terkena Banjir? Gini Langkah Mudah Klaim Asuransi
    Klaim asuransi sekarang ini sudah mudah dan tidak sulit. Asuransi Astra
    Jakarta: Banjir di sejumlah daerah menyambut tahun 2020 banyak merendam kendaraan milik masyarakat. Bagi kendaraan anda yang sudah dilindungi dengan asuransi kendaraan dan perluasan pertanggungan akibat banjir, kini tentu saat yang tepat untuk mengklaimnya.

    SVP Communication, Event, & Service Management Asuransi Astra, L Iwan Pranoto, menjelaskan mobil yang terkena banjir dan sudah diasuransikan bisa segera melapor kepada perusahaan asuransi agar segera diurus. Pria ramah ini menekankan, klaim asuransi mobil sekarang ini sudah tidak repot dan bisa dilakukan secara cepat.

    "Secara proses, nanti klaim asuransi dimulai dari lapor, di survey, keluar surat, dan ke bengkel. Klim atau lapor bisa lewat telepon atau aplikasi milik kita," ungkap L Iwan Pranoto Senin (6/1/2020) kepada Medcom.id.

    Menurut Iwan, konsumen tidak perlu khawatir dengan salinan polis yang hilang atau rusak karena banjir ketika klaim dan berujung penolakan klaim asuransi. Sekarang ini aplikasi seluler Otocare yang dikembangkan oleh Asuransi Astra sudah bisa mengakses polis dan berbagai data milik konsumen.

    "Klaim lewat aplikasi malah lebih gampang, tinggal foto-foto dokumen. KTP, SIM, STNK, kalau polis di Garda oto Sudah ada, dan tinggal unggah," sambungnya.

    Nanti setelah laporan rampung, tim asuransi akan mengirimkan tim untuk melakukan survey kepada konsumen untuk mengecek kondisi mobil. Setelah itu keluarlah surat dari pihak asuransi, dan konsumen bisa membawa sendiri atau derek mobil ke bengkel rekanan asuransi.

    "Cuma kondisinya sekarang ini harus bersabar dan kita akan coba atur jadwal terlebih dahulu karena memang sedang ramai di bengkel pengerjaannya. Di bengkel yang masuk tidak cuma dari kami (asuransi) tetapi korban-korban banjir lainnya yang ingin memperbaiki mobil."

    Selain itu, apabila mobil memang terkena banjir maka jangan pernah dihidupkan dan segera lapor ke pihak asuransi atau memanggil derek. Memaksakan mesin mobil hidup usai terendam banjir dapat beresiko mesin terkena water hammer atau hydrolocking.

    Water hammer  merupakan kondisi mesin mobil mati mendadak alias mogok yang disebabkan masuknya air ke dalam ruang bakar melalui air intake. Kondisi tersebut menimbulkan tekanan besar di ruang silinder oleh piston yang dapat menyebabkan bengkoknya stang piston, rusaknya ring piston, dinding silinder, hingga melengkungnya head silinder.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id