Regulasi Pemerintah

    Mundur Lagi, Larangan Odol Berlaku di 2023

    Ekawan Raharja - 25 Februari 2020 07:57 WIB
    Mundur Lagi, Larangan Odol Berlaku di 2023
    Truk yang mengangkut barang melebihi muatan di jalan tol. MI/Angga Yuniar
    Jakarta: Pemerintah kembali mengkaji ulang mengenai pelarangan angkutan mobil barang yang Over Dimension and Over Load (ODOL). Kini mereka menetapkan bahwa larangan kendaraan ODOL bari akan berlaku awal 2023.

    Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengambil keputusan ini setelah melakukan rapat koordinasi terkait ODOL bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Korlantas Polri, Kementerian Perindustrian, dan stakeholder terkait di Jakarta, Senin (24/2). Menurutnya kondisi ekonomi sekarang ini akan semakin sulit jika penerapan larangan ODOL dilakukan pada 2021.

    “Kami mengadakan rapat koordinasi untuk mencari solusi. Di satu sisi kita punya keinginan untuk menegakkan aturan ODOL, tetapi di sisi lain kita sedang menghadapi masalah ekonomi akibat adanya wabah Virus Korona, dan isu lainnya yang mempengaruhi ekonomi Indonesia. Oleh karenanya kita memberikan toleransi sampai akhir 2022 dan pada 1 Januari 2023 berlaku penuh,” ucap Budi Karya Sumadi melalui keterangan resminya.

    Menhub menambahkan penundaan pemberlakuan ODOL juga dilakukan setelah menimbang permohonan para pelaku usaha untuk meminta tenggat waktu untuk menyesuaikan diri sebelum aturan tersebut benar-benar ditegakkan. Selain itu, Pemerintah ingin meningkatkan produktivitas dari Tanjung Priok sebagai pusat logistik nasional yang melayani 60 persen logistik Indonesia.

    Namun untuk ruas jalan tol tertentu aturan pelarangan ODOL ini akan mulai diberlakukan saat ini. Ruas jalan tol tersebut yaitu jalan tol dari Tanjung Priok sampai ke Bandung, termasuk pelarangan angkutan ODOL masuk ke pelabuhan Penyeberangan. “Jadi (jalan tol) Tanjung Priok–Jakarta–Cikampek–Bandung tetap diberlakukan pelarangan ODOL. Teknisnya apakah akan diberlakukan hari ini atau minggu depan akan segera disiapkan,” tegas Pak Menteri.

    Setelah dikabulkannya penundaan Larangan Odol, Menhub meminta para pelaku usaha mempersiapkan diri jelang diberlakukannya aturan pelarangan ODOL secara penuh di awal 2023, diantaranya dengan tidak membeli mobil-mobil baru dengan kualifikasi ODOL. Kemenhub juga akan melakukan pembenahan seperti uji KIR, termasuk mulai mengoptimalkan angkutan alternatif pengangkut barang selain truk, seperti kapal ro-ro dan kereta api.

    Kemenhub sangat memperhatikan masalah ODOL, khususnya terkait aspek keselamatan. Telah banyak dampak negatif dan kerugian yang ditimbulkan akibat Angkutan ODOL, diantaranya penyebab terjadinya kecelakaan di jalan Raya, polusi udara tinggi, penyebab kerusakan infrastruktur jalan, jembatan dan pelabuhan dan lain sebagainya.


    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id