Chevrolet, Inspirasi Lahirnya Toyota

    Luhur Hertanto - 08 November 2019 18:32 WIB
    Chevrolet, Inspirasi Lahirnya Toyota
    Sejarah industri otomotif dunia yang turut diperankan oleh Chevrolet jadi inspirasi bagi Toyota. Metrotvnews.com/Luhur Hertanto
    Jakarta: Setelah beberapa tahun lalu resmi menutup pabriknya, Chevrolet pada akhirnya memilih mengikuti jejak Ford. Terhitung per Maret 2020 brand legendaris tersebut Alan mundur dari pasar Indonesia yang 'dikuasai' Toyota.

    Di dalam sejarah hadirnya Toyota hingga jadi pemain penting industri otomotif global, bisa dibilang bahwa Chevrolet punya andil yang penting. Sebab berkat sedan Chevrolet maka Toyoda berhasil memproduksi AA yang merupakan mobil pertamanya. Kisah tersebut 'diungkap' di Toyota Commemorative Museum of Industry and Technology, Nagoya.

    Kisahnya bermula dari studi banding Kiichiro Toyoda ke industri tekstil Amerika Serikat pada 1920. Toyoda mendapati benang dan kain hasil mesin pintal Toyoda Loom Work lebih baik dibanding made in USA. Putra sulung Sakichi Toyoda ini lalu memutuskan pergi ke Eropa untuk keperluan sama.

    Bukan berarti kunjungannya ke AS sia-sia. Di sana Toyoda terkesima dengan industri otomotif yang amat pesat pertumbuhannya. Sebelum ke Eropa dia memesan satu unit sedan Chevrolet dan langsung dikirimkan ke Nagoya. Pesannya kepada para teknisi pabrik mesin pemintalnya adalah, "Bongkar dan pelajari benda ini baik-baik".

    Setibanya kembali dari Eropa, tidak lama Toyoda menyampaikan idenya membuat mobil. Fasilitas produksi pun dibangun, paling penting adalah prototype berkode A1 yang basisnya adalah sedan Chevrolet yang telah dibongkar habis-habisan. Prototype terbuat dari kayu solid skala 1:1 ini merangkap sebagai 'cetakan' panel body sedan mewah AA.

    Mobil yang sepenuhnya hand made ini populasinya hanya 1400-an unit sejak diproduksi pada 1936 hingga 1941. Perang Dunia (PD} II membuat AA tak lagi diproduksi sebab industri di Jepang diminta untuk memproduksi persenjataan. Salah satu produksi pabrik Toyoda pada masa itu adalah propeller pesawat tempur.

    Setelah PD II selesai, Jepang butuh kendaraan niaga untuk membangun kembali ekonomi yang luluh lantak. Toyoda pun menghadirkan truk G1 yang diproduksinya berbasis truk Chevrolet, termasuk mesinnya. Tapi produksi yang terburu-buru hingga terlupakannya urusan suku cadang, menyadarkan Toyoda bahwa punya jaringan after sales service adalah sebuah keharusan.

    Sejak itu mobil dan truk produksi Toyoda kian berkualitas. Pasokan suku cadangnya mudah diperoleh. Peluang memasarkan produknya ke luar negeri menjadi alasan brand Toyoda diganti menjadi Toyota agar tak terlalu terkesan Jepang banget.

    Data penjualan mobil pada kuartal pertama 2019 menunjukkan Toyota masih memimpin dengan menjual 106.690 unit. Walau dibandingkan tahun lalu jumlah itu susut 6,3% Ty tapi pangsa pasarnya malah naik jadi 32% dari 28%.

    Sementara untuk Chevrolet, data Gaikindo mencatat total penjualan retail periode Januari-September 2019 sebesar1.237 unit. Memang sangat kecil dibanding Toyota, tapi sebenarnya lebih baik dibandingkan Hyundai.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id