Kasus Kematian George Floyd

    #BlackOutTuesday, Dunia Otomotif Ikut 'Mengutuk' Rasisme

    Ekawan Raharja - 03 Juni 2020 14:15 WIB
    #BlackOutTuesday, Dunia Otomotif Ikut 'Mengutuk' Rasisme
    Sejumlah insan otomotif dunia ikut meramaikan tagar #BlackOutTuesday. Medcom.id
    Amerika Serikat: Kasus meninggalnya George Floyd yang terjadi di Minnesota, Amerika Serikat, menarik banyak simpatisan lapisan masyarakat global. Bahkan dukungan terhadap kasus ini juga hadir dengan kampanye #BlackOutTuesday yang ramai di jagad Instagram.
     
    Tagar tersebut diikuti oleh banyak orang, termasuk di dunia otomotif, baik secara personal maupun institusi. Mereka mengunggah sebuah gambar hitam polos beserta pesan sebagai dukungan untuk pengentasan kasus rasisme yang ada di Amerika Serikat.
     
    Seperti contoh tim balap Formula One (F1), Williams Racing yang menunjukan dukungannya di Instagram. Mereka pun mendukung untuk melawan rasisme yang ada muka bumi.
     
    "Kami bersama kamu dan semua orang yang melawan rasisme. Ini adalah sebuah kejahatan dimana dunia olahraga dan sosial yang terlepas dari rasisme. Dan dengan bersama, kita bisa melawan dan menghapuskannya. Bersama kita kuat," tulis pesan dari tim balap mobil tersebut.
     
    Kemudian ada juga produsen sepeda motor MV Agusta yang ikut #BlackOutTuesday dan menyerukan pesan melawan rasisme. 
     
    "MV Agusta mengutuk rasisme dan diskriminasi. Kami mendukung orang-orang yang secara damai memperjuangkan hak-hak mereka, demi kebenaran dan keadilan. Pikiran dan doa kami bersama mereka yang tidak bisa berdiam diri ketika ada sistem yang salah dan siap untuk melawan tanpa kekerasan."
     
    Kemudian ada juga Zero Motorcycle yang turut serta meramaikan tagar tersebut. "Kami mendukung Inklusi dan hak untuk memprotes rasisme sistemik, dan kekerasan terhadap orang kulit berwarna."
     
    Tidak cuma mereka saja, insan otomotif yang turut menyuarakan mengenai masalah rasisme. Ada juga pembalap MotoGP Marc Marquez, produsen supercar  Mclaren, Mercedes-Benz, dan Tesla yang turut meramaikan jagad #BlackOutTuesday.
     
    George Floyd korban dari tindak kekerasan dari Polisi Amerika Derek Chauvin dan berujung kepada meninggalnya George. Kasus ini dianggap oleh masyarakat global sebagai bentuk rasisme karena Derek Chauvin yang berkulit putih dianggap memberlakukan penangkapan George Floyd yang berkulit hitam secara tidak manusiawi. Padahal saat penangkapan berlangsung, George Floyd tidak melakukan perlawan dan bertindak kooperatif.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id