Industri Otomotif

    Kenormalan Baru Bikin Penjualan Suku Cadang Melejit

    Ekawan Raharja - 09 Juli 2020 07:50 WIB
    Kenormalan Baru Bikin Penjualan Suku Cadang Melejit
    Memasuki kenormalan baru, bisnis penjualan suku cadang melesat tajam. Suzuki

    Jakarta: Pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) membuat aktivitas dan mobilitas masyarakat menurun tajam, sehingga kendaraan banyak yang terparkir dalam waktu yang lama. Memasuki masa transisi di mana aktivitas ekonomi berangsur pulih, penggunaan kendaraan kembali meningkat dan efeknya bisnis jual beli suku cadang meningkat.
     
    Suzuki mengklaim masa-masa di kenormalan baru ini membuat banyak konsumen yang melakukan perawatan kendaraan untuk mempersiapkan kendaraannya, baik mobil, sepeda motor, bahkan mesin tempel kapal (OBM). Alhasil untuk melakukan servis, konsumen memerlukan pergantian suku cadang untuk beberapa komponen tertentu sehingga dirasa penjualan suku cadang asli mereka dirasa cukup melejit belakangan ini.
     
    “Memasuki masa transisi dan recovery pandemik Covid-19 ini, permintaan konsumen untuk spare part Suzuki memang sudah mulai meningkat dan hampir kembali normal. Dibuktikan dengan total angka penjualan suku cadang Suzuki baik domestik dan ekspor di semua segmen di Juni 2020 mencapai angka 92 persen jika dibandingkan dengan periode bulan yang sama tahun 2019, setelah sempat turun selama 3 bulan berturut-turut pada periode Maret–Mei 2020,” terang Sparepart Dept. Head PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), Christiana Yuwantie, melalui webinar Rabu (8/7/2020) di acara Ngovid Forwot Bersama Suzuki.
     
    Meskipun sempat mengalami anjlok total penjualan selama April-Mei 2020 sekitar 32 persen akibat pandemik, namun nilai penjualan suku cadang Juni 2020 sudah mulai mendekati angka penjualan tahun lalu sebesar 91,6 persen. Kontribusi kenaikan nilai penjualan terbesar didapatkan dari penjualan suku cadang sepeda motor sebesar 101,5 persen dan juga penjualan oli sebesar 126,5 persen.
     
    Masa transisi juga membuat total angka penjualan suku cadang OBM di bulan Juni pun mencapai angka 64,3 persen setelah sebelumnya menyentuh angka 13,6 persen di bulan Mei 2020. Christiana menambahkan meskipun penjualan suku cadang OBM di bulan Juni lalu berangsur naik, namun memang belum terlalu signifikan dikarenakan masih sedikitnya turis yang datang untuk wisata ke pulau atau pantai. 
     
    Selain bengkel resmi, aplikasi di gawai juga menjadi alternatif saluran pembelian suku cadang selama masa pandemik Covid-19. Tercatat jumlah transaksi telah kembali stabil di bulan Juni 2020, setelah sempat turun di bulan April dan Mei 2020.
     
    “Jabodetabek menjadi kontributor terbesar penjualan suku cadang dan aksesori, dimana Juni lalu berhasil meraih peningkatan revenue sebesar 135,5 persen untuk sepeda motor dan 102,1 persen untuk segmen mobil jika dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu pada periode yang sama. Kemudian disusul Jawa Tengah untuk segmen mobil dan sepeda motor, Jawa Timur untuk sepeda motor, dan Sumatera untuk mobil. Permintaan masyarakat akan suku cadang dan aksesori akan terus kami penuhi dan pastikan ketersediaannya. Kami harap masyarakat bisa tetap aman dan nyaman dalam bertransportasi dengan menggunakan suku cadang resmi,” tutup Christiana.



    (UDA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id