Formula E

    Mengenal Balap Mobil Formula E yang Akan Digelar di Jakarta

    M. Bagus Rachmanto - 11 Februari 2020 17:00 WIB
    Mengenal Balap Mobil Formula E yang Akan Digelar di Jakarta
    Ilustrasi. https://www.racefans.net/
    Jakarta: Ajang Formula E di Jakarta akan digelar dalam empat bulan ke depan. Jakarta dijadwalkan akan menjadi tuan rumah Formula E pada Juni 2020 mendatang.  

    Secara model mobil balap Formula E mirip dengan Formula One (F1), namun mengusung teknologi yang jauh berbeda. Lalu, apa itu balapan Formula E?

    Formula E atau nama resminya FIA Formula E Championship, adalah balap mobil kursi tunggal yang menggunakan energi listrik. Kejuaraan ini digagas pada tahun 2012, dan musim perdananya dimulai di Beijing pada bulan September 2014. Kejuaraan ini disetujui oleh Federasi Otomotif Internasional (FIA). 

    Balapan ini dianggap balap masa depan tanpa mesin bakar internal karena semua mobil menggunakan teknologi mobil listrik. Arena balap ini bisa jadi tempat untuk melakukan riset mobil listrik untuk pabrikan yang ikut serta.
     
    Meski menggunakan tenaga listrik mobil balap Formula E menyajikan adegan saat pembalap masuk pit untuk berganti mobil. Pembalap akan berganti mobil karena daya baterai mobil menipis.

    Musim perdana, seluruh tim dan pembalap menggunakan baterai mobil elektrik Spark Renault SRT 01E. Mobil ini bertenaga 200kw atau setara 268 daya kuda dengan mode Max Power, dengan catatan mode ini hanya boleh dipakai saat sesi latihan bebas dan kualifikasi.
     
    Saat balapan, para pembalap hanya diizinkan menggunakan power Race Mode alias tenaga maksimal 150 kw atau 201 daya kuda. Dengan tenaga sebesar itu, mobil-mobil Formula E sudah mampu menyuguhkan tontonan menarik, tak kalah dengan Formula 1 atau GP2. 
     
    Berat mobil dibatasi 896 kilogram, sudah termasuk pebalap dan baterai dengan berat maksimal 230 kilogram. Hasilnya kecepatan maksimum yang ditetapkan FIA adalah 225 kilometer per jam. Berbeda dengan F1 yang memiliki kecepatan maksimal 378 km per jam. Pun dengan akselerasinya. Untuk mencapai 100 km per jam dari titik nol, mobil F1 membutuhkan waktu sekejap, hanya 2,1 detik, sementara Formula E sampai 3 detik. 

    Jauh berbeda dibanding Formula 1 ketika pembalap masuk pit untuk mengganti ban, mengisi bahan bakar atau mengganti komponen yang rusak karena tabrakan. Tapi karena teknologi yang semakin maju, maka kecanggihan mobil Formula E ikut meningkat.
     
    Masuk musim kelima, Formula E menggunakan mobil generasi kedua yang diyakini akan mengubah kompetisi. Daya tahan baterainya jauh lebih baik, rakitan McLaren Applied Technologies.
     
    "Kemampuan baterai menyimpan daya dua kali lebih baik, dan jarak yang bisa ditempuh dua kali lebih jauh. Bersama FIA kami mencapai satu titik puncak dan mengenalkan mobil ini, saya tak sabar melihatnya di trek," kata Alejandro Agag, CEO Formula E.
     
    Tak hanya itu, desain mobil generasi kedua ini jauh berbeda dari mobil formula mana pun. Area driver dilindungi halo safety cage, paket aerodinamika baru, hidung lebih rendah, ban yang terbungkus, dan spoiler-spoiler yang banyak.
     
    Musim kelima ini, Formula E sudah diikuti oleh Audi, Jaguar, BMW, Nissan, Mahindra dan beberapa tim lainnya. Bahkan Nissan sebagai merek pertama asal Jepang yang ikut serta di balapan jet darat listrik tersebut.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id