Teknologi Robotik yang 'Ramah' bagi Pekerja Pabrik

    Ekawan Raharja - 16 Agustus 2019 13:30 WIB
    Teknologi Robotik yang 'Ramah' bagi Pekerja Pabrik
    Cobot yang ditawarkan oleh Universal Robots menawarkan bentuk yang cukup ringkas dan mudah diaplikasikan oleh manusia. Forwot
    Jakarta: Menyongsong revolusi industri 4.0 di industri otomotif Indonesia salah satunya ditandai dengan penggunaan teknologi robotik. Kehadiran teknologi mekanis robotik ini tidak serta merta membuat pegawai pabrik tersisihkan, bahkan keduanya berkolaborasi untuk hasilkan efisiensi produksi yang lebih baik.

    Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, menjelaskan kehadiran teknologi robotik tidak mengesampingkan kinerja manusia. Aplikasi teknologi robotik memang memiliki efek, namun semua ini melewati proses yang panjang.

    "Robotic itu tujuannya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas. Dalam prosesnya (pengurangan SDM) tidak terjadi seketika dan pastinya melalui proses mana yang lebih dulu," jelas Kukuh di acara diskusi bersama Forum Wartawan Otomotif (Forwot) Kamis (15/8/2019) di Jakarta.

    Dia memberi contoh di era 1990-an sudah ada usaha untuk penggunaan teknologi robotik di industri produksi otomotif tanah air. Penggunaan robotik masih dianalisis terkait dengan volume produksi kendaraan serta tingkat presisi pengerjaanya, yang akhirnya tetap dipilih pengerjaan oleh manusia karena masih lebih baik.

    Teknologi Robotik yang 'Ramah' bagi Pekerja Pabrik

    "Volume mempengaruhi dan  tenaga SDM di Indonesia lebih teliti dibanding SDM di negara lain. Jadi, dibanding dengan investasi penggunaan robot, masih menguntungkan tenaga manusia," tambahnya.

    Salah satu yang menawarkan teknologi robotik untuk industri produksi adalah Universal Robots yang berasal dari Denmark. Mereka menawarkan collaborative robot (Cobot) untuk membantu memaksimalkan produksi mulai dari efisiensi, kecepatan kerja, hingga efektivitas produksi dengan mengkolaborasikan teknologi robotik dan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

    General Manager Universal Robots, Sakari Kuikka, menerangkan esensi dari cobot adalah mengkolaborasikan antara teknologi robotik yang mereka punya dengan kemampuan manusia. Sehingga kehadiran teknologi robotik ini tidak serta merta mengancam kehadiran karyawan di pabrik.

    "Ada sebuah kasus dari klien yang tidak bisa disebutkan namanya, setelah pembelian cobot dari kami, mereka tidak melakukan pengurangan pegawai. Jadi pegawai tetap dan ditambah cobot untuk meningkatkan efisiensi produksi. Contohnya saat pengerjaan penggunaan bahan seperti karet atau silikon, setelah menggunakan cobot, jumlah karet atau silikon yang terbuang bisa lebih sedikit. Hal ini menunjukan ada penggunaan cobot meningkatkan efisiensi produksi, dan tidak mengurangi karyawan pabrik," cerita Sakari Kuikka dikesempatan yang sama.

    Cobot yang ditawarkan oleh Universal Robots menawarkan bentuk yang cukup ringkas dan mudah diaplikasikan oleh manusia. Teknologi ini mampu melakukan pekerjaan dengan mengangkut beban maksimal 10 kilogram, dan bobot cobot tidak lebih dari 100 kilogram.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id