Fitur Mobil Listrik

    Regeneratif Braking, Beda Pabrikan, Beda Cara

    Ahmad Garuda - 24 Februari 2020 14:57 WIB
    Regeneratif Braking, Beda Pabrikan, Beda Cara
    Sistem regeneratif braking itu punya cara kerja berbeda-beda tergantung dari pabrikannya. medcom.id/Ahmad Garuda
    Jakarta: Bagi Anda yang ingin membeli mobil atau motor listrik atau mobil dengan tenaga penggerak gabungan antara motor listrik dan mesin pembakaran dalam, patut mengetahui beberapa hal penting. Di antaranya adalah regeneratif braking dan caranya bekerja. Mengingat ini adalah salah satu cara untuk membuat kendaraan tersebut lebih efisien.

    Lalu bagaimana caranya bekerja? Nah, inilah yang akan kami ulas lebih dalam, lantaran beda pabrikan atau merek maka beda pula cara kerja yang disematkan untuk mengoperasikan sistem regeneratif braking-nya. Kali ini kami mengambil tiga sampel mobil listrik dan hybrid secara acak yang sudah kami uji coba.

    Mitsubishi Outlander PHEV, Regeneratif 5 Level

    Mobil yang getol dikomunikasikan sebagai mobil ramah lingkungan oleh Mitsubishi adalah Outlander PHEV. Mobil ini punya penggerak roda dari motor listrik namun sekaligus juga punya kemampuan untuk memasok tenaga bantuan dari mesin konvensionalnya ketika dibutuhkan.

    Dari sisi regeneratif braking, mobil ini punya 5 tingkat dengan mode B3 adalah mode default-nya ketika sistem regeneratif braking diatur sendiri oleh sistem melalui mode berkendara D (Drive). Pengemudi bisa memperbesar level regeneratifnya dengan cara menekan tuas paddle shift di tengan kiri kemudi dan menurunkan level regeneratifnya melalui paddle shift di tangan kanan kemudi.

    Dengan mengatur sistem regeneratif ini, kita bisa mengatur seberapa besar mobil akan melakukan pengereman sendiri ketika pedal gas diangkat atau dilepas. Semakin besar level regeneratif braking-nya maka semakin besar pula energi listrik yang dikembalikan ke baterai.

    Hyundai Ioniq, Regeneratif 3 Level

    Hyundai yang membuat gebrakan dengan meluncurkan Ioniq beberapa waktu lalu di Jakarta sebagai bagian untuk menyambut elektrifikasi otomotif dan memasok mobil ke Grab sebagai taksi online listrik, juga memiliki sistem regeneratif braking. Meski sama-sama menggunakan paddle shift sebagai panel untuk mengoperasikan sistem tersebut, namun caranya berbeda.

    Regeneratif braking di Ioniq harus diaktifkan dengan cara menekan tuas paddle shift di sebelah kiri. Semakin besar angkanya maka akan semakin besar energi panas yang diubah jadi energi listrik ke baterai. Namun tuas tersebut harus ditekan secara terus menerus saat proses pengereman dilakukan. Sementara jika tidak ditekan sambil melakukan pengereman, maka energi panas akan dibuang begitu saja.

    "Memang cara ini harus dipelajari lebih dahulu, tujuannya untuk membuat efisiensi penggunaan energi dalam baterai. Ya caranya seperti itu, dan sistem ini akan berbeda antara mobil di tiap pabrikan," ujar Deputy Marketing Director Hyundai Mobil Indonesia (HMI), Hendrik Wiradjaja beberapa waktu lalu.

    Nissan Leaf, Regeneratif e-Pedal

    Jika kedua mobil di atas menggunakan paddle shift untuk melakukan regeneratif braking, Nissan malah lebih user friendly alias lebih mudah dioperasikan. Yaitu hanya dengan mengaktifkan fitur e-Pedal. Fitur ini membuat Anda berkendara hanya menggunakan satu pedal saja yaitu pedal gas.

    Pedal ini juga akan berfungsi sebagai pedal pengereman ketika tuas gas dilepas atau tidak ditekan. Namun untuk sistem regeneratif braking-nya, tak perlu melakukan apa-apa lagi. Mengingat sistem ini bekerja dengan cara otomatis. Sehingga ketika mobil ini melakukan pengereman dalam segala kondisi, maka energi panas akan diubah ke energi listrik dan bisa mengisi baterai. Sehingga Anda bisa melakukan efisiensi lebih besar saat berkendara.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id