Penjualan Kendaraan

    Target Penjualan Fuso Berubah karena Covid-19

    Ahmad Garuda - 21 Mei 2020 12:50 WIB
    Target Penjualan Fuso Berubah karena Covid-19
    Revisi penjualan Mitsubishi Fuso akan dilakukan karena kondisi berubaha dan perilaku beli kendaraan dari konsumen juga berubah. Dok Medcom.id
    Jakarta: Kondisi pandemik Covid-19 memang meluluhlantakkan banyak hal, terutama dari sisi perekonomian secara global, termasuk dalam industri otomotif dunia. Salah satu segmen yang merasakan dampak terbesar adalah segmen kendaraan komersial yang akhirnya turun cukup besar.

    Dari data penjualan yang diambil dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), bahwa pasar kendaraan komersial turun sebesar 36 persen dari Januari hingga ke April 2020. Salah satu merek kendaraan komersial yaitu Mitsubishi Fuso pun menegaskan bahwa target yang mereka paparkan di awal tahun, tak lagi berlaku.

    "Kami tak lagi bisa menggunakan data target penjualan 2020 untuk brand kami. Saat itu target penjualan yang kami perkirakan bakal naik 7 persen secara nasional. Itu tercetus sebelum pandemik global ini ditetapkan WHO dan masa pembatasan sosial diberlakukan. Industri otomotif terutama di segmen kendaraan niaga ini, memang tidak bisa berbuat banyak. Tapi paling tidak kami terus melakukan upaya untuk mendukung kebutuhan konsumen," ujar Marketing Director Sales & Marketing Division PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Duljatmono dalam konferensi virtual pada Rabu (20/5/2020).

    Sebagai informasi lanjutkan, Duljatmono mengatakan bahwa penjualan mereka turun cukup signifikan sebesar 28 persen dengan angka 9,628 unit dari Januari hingga April 2020. Meski demikian, penurunan ini masih lebih kecil dibandingkan penurunan penjualan secara menyeluruh untuk segmen kendaraan niaga yang berada di atas 30 persen.

    Lantaran penurunan adanya penurunan yang sangat besar, tentu target penjualan pun akan berubah menurut Duljatmono. Saat ini, penjualan mereka baru mencapai 25 persen dari sekitar 46,000 unit kendaraan. Pertengahan tahun yang terhitung 1 setengah bulan lagi, tentu takkan cukup untuk mengejar target penjualan setengah dari angka di atas.


    Perilaku Pembelian Kendaraan Komersial

    Selain fakta target penjualan di atas, Duljatmono juga mengungkapkan soal perilaku pembelian kendaraan komersial yang sempat masuk dalam prediksi mereka. Yaitu, pembelian yang lonjakannya terjadi biasanya 2 bulan sebelum lebaran.

    "Namun itu semua tidak terjadi karena dua bulan sebelum lebaran, pandemik global ini sudah ramai dan pembatasan sosial juga sudah dilakukan. Sementara perilaku pembelian kendaraan niaga jelang lebaran, itu trennya justru turun. Itu sudah terjadi dari tahun ke tahun. Makanya kami mengatakan, target penjualan yang kami tetapkan di awal tahun itu tak bisa diberlakukan lagi."

    Satu-satunya hal positif lain yang diungkapkan oleh Duljatmono soal penjualan dan pasar otomotif mereka di Indonesia adalah marketshare mereka tetap mendominasi dengan angka yang cukup tinggi sebesar 47,8 persen. Menurut mereka, ini tidak terlepas dari layanan yang tetap diberikan untuk menjaga komitmen.

    Perubahan target bukan cuma dilakukan Fuso di segmen penjualan kendaraan niaga. Lantaran beberapa pemain juga menerapkan hal serupa seperti Hino, Isuzu bahkan kendaraan niaga kecil yang banyak dimainkan merek kendaraan penumpang. Mereka hanya berharap agar kondisi ini cepat berlalu dan kembali kondisi new normal dengan kebiasaan yang baru.


    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id