Lalu Lintas

    Waspada Melanggar Aturan Ganjil Genap, Bisa Dipenjara 2 Bulan

    Ekawan Raharja - 10 Agustus 2020 18:28 WIB
    Waspada Melanggar Aturan Ganjil Genap, Bisa Dipenjara 2 Bulan
    Peraturan Ganjil Genap kini sudah kembali berlaku di Ibukota. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
    Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberlakukan tilang untuk area yang dibatasi melalui Ganjil Genap. Tentu saja ketika tilang berlaku, sudah pasti hukuman dan denda sudah siap menanti para pelanggar.
     
    Sanksi bagi pelanggar peraturan ganjil genap tertuang dalam Pasal 287 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Denda bagi pelanggar maksimal Rp 500 ribu subsider dua bulan kurungan.
     
    Pemberlakukan ganjil genap di jalan-jalan ini Ibukota ini untuk menekan pergerakan warga di tengah meningkatnya jumlah kasus penularan virus korona (covid-19) di Ibu Kota. Ini sebagai bagian dari instrumen keputusan situasi emergency break di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.
     
    Kebijakan ganjil genap menyesuaikan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap. Aturan yang diterapkan sama dengan kebijakan sebelum pandemi Covid-19.
     
    Pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil genap diberlakukan Senin-Jumat pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB. Sistem ganjil genap tidak diberlakukan pada Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.
     
    Pergub tersebut juga termaktub 25 ruas jalan dengan penerapan ganjil genap. Seluruh ruas jalan dengan penerapan ganjil genap itu yakni:
    1. Jalan Pintu Besar Selatan;
    2. Jalan Gajah Mada;
    3. Jalan Hayam Wuruk;
    4. Jalan Majapahit;
    5. Jalan Medan Merdeka Barat;
    6. Jalan M.H. Thamrin;
    7. Jalan Jenderal Sudirman;
    8. Jalan Sisingamangaraja;
    9. Jalan Panglima Polim;
    10. Jalan Fatmawati mulai dari Simpang Jalan Ketimun 1 sampai
    dengan Simpang Jalan TB Simatupang;
    11. Jalan Suryopranoto;
    12. Jalan Balikpapan;
    13. Jalan Kyai Caringin;
    14. Jalan Tomang Raya;
    15. Jalan Jenderal S. Parman mulai dari Simpang Jalan Tomang
    Raya sampai dengan Jalan Gatot Subroto;
    16. Jalan Gatot Subroto;
    17. Jalan M.T. Haryono;
    18. Jalan H.R. Rasuna Said;
    19. Jalan D.I. Panjaitan;
    20. Jalan Jenderal A. Yani mulai dari Simpang Jalan Bekasi Timur Raya sampai dengan Simpang Jalan Perintis Kemerdekaan;
    21. Jalan Pramuka;
    22. Jalan Salemba Raya Sisi Barat, dan Jalan Salemba Raya Sisi Timur mulai dari Simpang Jalan Paseban Raya sampai dengan Simpang Jalan Diponegoro;
    23. Jalan Kramat Raya;
    24. Jalan St. Senen; dan
    25. Jalan Gunung Sahari.

    (UDA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id