Industri Otomotif

    Target Insentif PPnBM Mengembalikan Pasar Otomotif 1 Juta Unit

    Ekawan Raharja - 02 Maret 2021 17:00 WIB
    Target Insentif PPnBM Mengembalikan Pasar Otomotif 1 Juta Unit
    Ilustrasi. Seven Events



    Jakarta: Pemerintah akhirnya sudah meresmikan insentif pajak untuk pembelian mobil baru berupa insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) selama 9 bulan ke depan. Pemberian insentif ini diharapkan bisa meningkatkan pasar otomotif dan kembali seperti sedia kala seperti sebelum pandemi merebak.
     
    Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, optimistis stimulus tersebut akan menurunkan harga kendaraan bermotor produksi dalam negeri sehingga lebih terjangkau di masyarakat, meningkatkan daya saing terhadap kendaraan impor, serta dapat meningkatkan kinerja produksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Diharapkan melalui ini bisa mengembalikan pasar otomotif diatas 1 juta unit pada tahun 2021 atau sama dengan kinerja produksi tahun 2019. 
     
    “Hal ini tentunya akan mampu memberikan dampak signifikan terhadap kinerja industri bahan baku dan komponen dalam negeri terutama industri kecil menengah (IKM) sehingga mereka dapat bertahan menjalankan usahanya di tengah tekanan pandemi Covid-19 yang pada akhirnya akan mendukung pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021,” tutur Agus melalui keterangan resminya
     
    Kemenperin mencatat, industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional. Saat ini, terdapat 22 pabrikan dengan didukung sebanyak 1.500 industri komponen (tier 1,2, dan 3) dan lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut. Bahkan, sektor otomotif mampu menyumbang sebesar 10 persen terhadap PDB sektor industri, atau 25 persen terhadap PDB sektor industri apabila memasukkan ekosistem kendaraan bermotor. 
     
    Stimulus perpajakan berupa insentif PPnBM DTP ini berlaku selama sembilan bulan, terhitung pada Maret 2021 yang dibagi dalam tiga tahap, yaitu pengurangan 100 persen untuk tiga bulan tahap pertama, pengurangan 50 persen untuk tiga bulan tahap kedua, dan pengurangan 25 persen untuk tiga bulan tahap ketiga. “Implementasinya akan dilakukan evaluasi setiap tiga bulan,” tandas Menperin. 
     
    Pembebasan sementara PPnBM DTP ini diberikan untuk segmen Sedan dan 4x2 dengan kapasitas mesin di bawah 1500 cc dan diproduksi di dalam negeri. Segmen tersebut dipilih karena produk dalam negeri telah menguasai lebih dari 91 persen pasar Indonesia dan memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri lebih dari 80 persen.



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id