comscore

Krisis Chip Semikonduktor Tidak Berdampak Serius untuk Isuzu

Ekawan Raharja - 07 Februari 2022 12:00 WIB
Krisis Chip Semikonduktor Tidak Berdampak Serius untuk Isuzu
Ilustrasi chip semikonduktor. Medcom.id
Jakarta: Krisis pasokan chip semikonduktor sedang melanda industri elektronik hingga otomotif. Meski demikian, Isuzu mengakui bahwasanya kondisi ini tidak terlalu serius untuk produksi kendaraan komersial.
 
Vice President PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Ernando Demily, menjelaskan produksi kendaraan komersial di Indonesia tidak secanggih di negara-negara maju lainnya. Sehingga ketergantungan akan komponen kecil gitu tidak terlalu tinggi.
 
"Saat ini, kita baru mau mengimplementasikan standar Euro 4, sementara di negara lain seperti Eropa dan Australia, sudah Euro 6. Vietnam saja Euro 5. Sehingga krisis chip semikonduktor tidak banyak berpengaruh di kita," ungkap Ernando melalui jumpa pers virtual.
 
Meski demikian, dia menyebutkan penerapan Euro 4 adalah langkah baik. Hal ini karena standar Euro 4 bisa menghasilkan banyak hal positif ke depannya.
 
Salah satunya adalah menekan polusi udara dan membuat lingkungan lebih baik. Oleh sebab itu, Ernando memastikan perusahaan akan tetap mendukung penerapan Euro 4.







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id