Harley-Davidson Segera Punya APM di Indonesia

    Ekawan Raharja - 04 Desember 2019 10:22 WIB
    Harley-Davidson Segera Punya APM di Indonesia
    Harley-Davidson segera punya APM di tanah air. Medcom.id/Ekawan Raharja
    Jakarta: Harley-Davidson segera memperkuat bisnis mereka di Indonesia dengan menghadirkan agen pemegang merek (APM) resmi di tanah air. Nantinya APM ini yang akan mengurus segala kebutuhan motor gede asal amerika serikat ini di tanah air.

    Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta, Sahat Manalu, menjelaskan di 2020 merek Harley-Davidson akan diurus oleh PT Harley-Davidson Indonesia (H-DI) sebagai APM resmi dengan membawahi tujuh dealer yang tersebar di berbagai daerah. PT H-DI ini nanti yang akan mengurusi stok sepeda motor, distribusi, penentuan harga, dan berbagai urusan lainnya.

    "PT H-DI ini adalah kepanjangan tangan dari Harley-Davidson Motor Company di Amerika Serikat. Nantinya soal harga akan ditentukan oleh mereka," ungkap Sahat Manalu Selasa (3/12/2019) di Jakarta kepada Medcom.id.

    Tentu saja menarik untuk menanti kehadiran PT H-DI di tanah air, karena selama ini keberadaan motor berlogo Elang tersebut diurusin oleh dealer. Sedangkan untuk segala pengurusannya menghubungi perwakilan di Singapura.

    Masuknya APM motor gede di nusantara bisa jadi tidak terlepas dari harmonisasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) yang diatur melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2019 Tentang Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah. Peraturan ini memberikan pengenaan PPnBM yang lebih ringan dibandingkan pajak yang dikenakan sekarang ini dan mulai berlaku 2021.

    Disebutkan di Pasal 40, motor besar yang kapasitas mesinnya sudah di atas 500cc pajak barang mewahnya sampai 95 persen. "Pajak ini turun sekitar 30 persen dari yang ada sekarang. Harapannya bisa lebih terjangkau dan menarik minat di sini."

    Selain itu, untuk membuat harga sepeda motor semakin efisien maka di unit-unit yang dijajakan di ambil dari pabrik Thailand. Sebelumnya unit kuda besi yang ada di Indonesia diambil dari Amerika Serikat.

    "Kita harapkan begitu (banyak yang membeli). Harley-Davidson selalu memberikan inovasi berupa CKD di Thailand dan ada skema pajak yang meringankan sesama negara ASEAN. PPnBM turun juga, diharapkan bisa turun harganya nanti," beber Sahat Manalu.

    Harga Harley-Davidson yang semakin terjangkau, bisa juga menjadi celah untuk mengurangi Harley-Davidson tanpa surat-surat (bodong). Harga yang semakin terjangkau diharapkan bisa merangsang konsumen membeli sepeda motor resmi dan dilengkapi dengan surat-surat.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id