Perawatan Bus TransJakarta Harus Diperketat

    Ekawan Raharja - 18 Oktober 2019 14:52 WIB
    Perawatan Bus TransJakarta Harus Diperketat
    TransJakarta harus memperhatikan perawatan bus dengan baik. MI/Maulana Ibrahim/Andri Widiyanto
    Jakarta: TransJakarta harus memperketat perawatan bus Zongtong agar masalah yang sempat mucul tidak terulang. Hal itu juga penting agar bisa beroperasi secara maksimal dan aman digunakan masyarakat.
     
    Manager Marketing Rahayu Santosa (karoseri bus), Chrystianto Sutardi mengatakan, apapun mereknya, bus yang dioperasikan harus mengedepankan perawatan. Standar operasi perawatan armada bus ketat agar bus yang digunakan benar-benar aman.
     
    "SOP (Standar Operasional Prosedur) Perawatannya harus diperketat. Bahkan, kalau lampu mati atau spion rusak harus segera diperbaiki meski itu tidak ada hubungannya dengan mesin," kata Chrystianto kepada Medcom.id, Kamis 17 Oktober 2019.
     
    Perawatan Bus TransJakarta Harus Diperketat

    Terkait perawatan berkala, Chrystianto menyebut setiap merek memiliki standar masing-masing dan sudah diperhitungkan pabrikan. Intinya, perawatan rutin harus tepat waktu dan menggunakan komponen original sesuai spesifikasinya.
     
    Hal serupa diungkapkan Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan, menurutnya TransJakarta harus memiliki tim perawatan yang solid dan dukungan dari pabrikan.
     
    "Bus TransJakarta ini beroperasi sampai pukul 22:00 WIB, masuk pool 23:00 WIB. Pukul 04:00 persiapan masuk ke jalur masing-masing. Hanya beberapa jam bus di pool untuk perawatan," kata Kurnia.
     
    Perawatan Bus TransJakarta Harus Diperketat

    Dia menyarankan TransJakarta memiliki kendaraan cadangan untuk menggantikan bus yang bermasalah. Selain itu, suku cadang harus dipersiapkan di bengkel TransJakarta agar perbaikan bisa dilakukan secepatnya.
     
    Terkait bus Zhongtong 6180 GC City Bus (BRT) yang digunakan TransJakarta, Kurnia menyebut bus itu bagus. Namun dia mengingatkan perlunya dukungan Zhongtong dari segi pengetahuan produk dan purna jual.
     
    "Sampai kapan jaminan purna jualnya? Mulai dari transfer pengetahuan tentang produk kepada operator, bagaimana kesiapan tim teknisinya, dan jaminan ketersediaan suku cadangnya," katanya.

    Seperti diketahui, TransJakarta kembali menggunakan bus Zongtong. Padahal di era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama, bus ini sempat dihentikan penggunaannya.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id