Pentingnya Mengatur Ketinggian Sorotan Lampu

    M. Bagus Rachmanto - 11 Desember 2019 11:49 WIB
    Pentingnya Mengatur Ketinggian Sorotan Lampu
    Ada aturan tentang ketinggian lampu sorot di mobil an sepeda motor. Youtube
    Jakarta: Mengemudi dengan keadaan gelap membuat perasaan tidak nyaman akan risiko besar. Kondisi ini membuat pengemudi tidak bisa memprediksi apa yang ada di depan. Seberapa jauh jarak jalan ketika ingin melalui tikungan, dan berbagai hal teknis lainnya.
     
    Beberapa orang pun mengakalinya dengan memasang lampu utama LED atau HID. Jarak tembak yang jauh dan lumance yang dikeluarkan melebihi lampu utama bawaan pabrik, memang membuat jalan kendaraan Anda menjadi sangat terang.
     
    Namun ini bisa jadi petaka bagi pengendara yang ada di lawan arah. Hal tersebut dikarenakan sifat cahaya yang keluar dari lampu LED atau aksesoris lampu sorot bersifat padat dan menutup jarak pandang dari awal berlawanan.

    Tidak sedikit pengguna jalan yang mengeluhkan kondisi ini. Bahkan mereka menyatakan ketidaksukaan dan tidak nyaman secara terang-terangan melalui sosial media.
     
    Faktanya memang banyak keluhan perihal lampu yang membuat mata menjadi silau ini. Padahal ada peraturan tentang penggunaan lampu pada kendaraan yang tertulis di perautan pemerintah republik Indonesia nomor 55 tahun 2012 tentang kendaraan yang salah satunya, "Titik tertinggi permukaan penyinaran tidak melebihi titik tertinggi permukaan penyinaran dari lampu dekat. dipasang pada ketinggian tidak melebihi lampu standar dan ataupun melebihi ketinggian 800 milimeter."
     
    Saat ini banyak aksesoris pendukung untuk kendaraan anda, salah satunya adalah lampu sorot ini. Namun Anda harus bijak memilih barang yang dapat membantu penglihatan di malam hari. Jangan sampai salah pilih yang dapat membahayakan diri sendiri atau pengendara lain.
     
    Cara untuk memastikan pencahayaan lampu mobil sudah benar bisa dilakukan sendiri dan cukup mudah. Fahmi, owner bengkel mobil Fahmi Jaya Motor mengatakan hal ini bisa dilakukan dengan cara menyalakan lampu mobil di belakang mobil sedan atau disetel menghadap dinding. Untuk mobil jenis LMPV dan SUV seperti Avanza-Xenia atau Fortuner, jangan sampai titik cahaya lampu sampai spion samping mobil sedan tersebut, atau di atasnya.

    Hal itu berguna untuk menjaga kendaraan di depan atau berlawan arah tidak terpapar langsung oleh sinar lampu mobil yang mengakibatkan silau. Sehingga lampu mobil berfungsi sebagaimana mestinya yakni sebagai alat bantu jalan, bukan menyilaukan pengguna kendaraan lainnya.

    "Baiknya setelan cahaya lampu itu semakin turun, sehingga tidak membuat silau pengendara lain," pungkas Fahmi kepada Medcom.id di Bekasi, Rabu (11/12/2019).



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id