Mobil Listrik

    Pakai Mobil Plug-in Hybrid, Bikin Bensin Lebih Boros?

    Ekawan Raharja - 17 Februari 2020 13:33 WIB
    Pakai Mobil Plug-in Hybrid, Bikin Bensin Lebih Boros?
    Masih banyak pemilik mobil plug-in hybrid yang tidak acuh mengecas baterai mobilnya. MI/Agus Mulyawan
    Crewe: Nawacita mobil dengan teknologi plug-in hybrid, kombinasi motor listrik dan mesin konvensional, adalah membuat konsumsi bahan bakar lebih irit dan emisi karbon gas buang lebih rendah. Kenyataannya justru berbeda, dan penggunaan mobil plug-in hybrid malah membuat konsumen mereka lebih boros bahan bakar minyak (BBM).

    The Miles Consultancy yang berbasis di Crewe, Inggris, merilis hasil penggunaan mobil-mobil plug-in hybrid dengan berbagai merek seperti BMW, Mercedes-Benz, Mitsubishi, dan Volkswagen. Hasil penelitian mereka membuktikan mobil ramah lingkungan itu justru bisa menghasilkan karbon dioksida (CO2) tiga kali lebih banyak dari yang diklaim dibandingkan mobil bensin konvensional berukuran kecil.

    Temuan lainnya adalah konsumsi BBM yang digunakan mencapai 2,5 sampai 3 kali lebih boros dibanding yang diiklankan. Salah satu sampelnya BMW, dengan sampel 187 unit mobil PHEV, mendapat angka rata-rata konsumsi bahan bakar cuma 14,9 kilometer per liter. Jauh dari figur klaim 47,5 kilometer per liter.

    The Miles Consultancy menyebutkan fakta ini bukan salah dari mobil yang mereka gunakan. Namun lebih kepada pola pemakaian yang dilakukan oleh pemilik mobil sehari-harinya.

    Banyak pemilik mobil plug-in hybrid yang acuh mengisi ulang baterai mobil mereka usai digunakan. Mereka malah lebih memilih isi bensin layaknya mobil konvensional. Alhasil, tak ada keuntungan yang didapatkan dari sistem mesin ganda itu.

    “Dalam banyak kasus, kami melihat kendaraan plug-in hybrid tidak pernah di-charge, melakukan perjalanan panjang dan ini tidak cocok untuk penggunaannya,” kata managing director The Miles Consultancy, Paul Hollick, dikutip dari Telegraph.

    Seperti yang kita ketahui, mobil berteknologi plug-in Hybrid menggunakan motor listrik dan baterai untuk mendukung kinerja mesin pembakaran internal. Mobil dengan teknologi ini dianggap mobil masa depan karena lebih ramah lingkungan berkat kombinasi motor listrik dan baterai membuat kinerja mesin konvensional lebih ringan. Hasil akhirnya tentu saja berkurangnya penggunaan BBM dan menekan emisi gas buang.

    Tentu saja hal ini bisa ditekan dengan memperbanyak fasilitas pengecasan umum serta sosialisasi agar pemiliknya tidak lupa untuk mengecas mobilnya usai digunakan. Sehingga pemilik mobil bisa menggunakan semestinya, dan nawacita mobil ramah lingkungan ini bisa tercapai dengan baik.



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id