Bantu Unit Tanggap Darurat, Fungsi Lain dari Mobil Hybrid?

    Ahmad Garuda - 12 Desember 2019 07:48 WIB
    Bantu Unit Tanggap Darurat, Fungsi Lain dari Mobil Hybrid?
    Mobil hybrid juga bisa membantu mengatasi masalah akibat terjadinya bencana alam. Mitsubishi
    Jakarta: Teknologi otomotif seperti mobil hybrid dan mobil listrk, ternyata punya manfaat lain terutama dalam hal tanggap darurat bencana alam. Hal itu terjadi di Jepang beberapa tahun lalu ketika terdapat beberapa orang kepala keluarga tertolong oleh sebuah mobil hybrid.

    Mereka memanfaatkan listrik yang tersimpan di baterai mobil hybrid berjenis Mitsubishi Outlander PHEV itu dan bisa bertahan selama 10 hari. Listrik tersebut terutama digunakan untuk memasok listrk untuk keperluan memasak dan menjernihkan air. Hal ini pun turut menginspirasi Mitsubishi di Indonesia untuk melakukan hal serupa.

    Yaitu bekerja sama dengan tim tanggap darurat bencana seperti Palang Merah Indonesia (PMI) untuk membantu lokasi bencana alam yang minim sambungan listrik. Mereka pun menandatangani nota kesepakatan dengan PMI untuk penyediaan unit mobil hybrid yang sudah resmi dijual di Indonesia itu yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan kepalangmerahan.

    Penandatanganan ini dilakukan oleh Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Naoya Nakamura dan Pelaksana harian (Plh) Ketua Umum PMI, Ginandjar Kartasasmita dan disaksikan langsung oleh Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla.

    Dalam agenda ini, MMKSI sepakat untuk memberikan bantuan kepada PMI dalam bentuk peminjaman satu unit Mitsubishi Outlander PHEV yang akan digunakan di area bencana. Begitu pun dengan PMI yang sepakat untuk menggunakan unit tersebut sebagai salah satu kendaraan tanggap darurat mereka.

    “Kami berterima kasih atas bantuan kendaraan listrik dari Mitsubishi yang akan menambah kekuatan armada PMI yang diturunkan ke lapangan saat tanggap darurat. Mobil ini akan membantu kerja kemanusiaan PMI di lapangan, terutama saat terjadi pemutusan arus listrik yang sering terjadi saat bencana,” jelas Ginandjar Kartasasmita,

    Salah satu fungsi ril dari mobil yang dibekali baterai berukuran besar ini adalah bisa menjadi genset dan menyalurkan listrik hingga 1.5 KW. Seluruh keunggulan tersebut tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat dan untuk memaksimalkan keunggulan dan keuntungan kendaraannya.

    “Kami berharap ini bisa dimanfaatkan dengan baik, khususnya berbagai fitur dan teknologi canggih yang disematkan ke mobil ini. Terutama untuk aktifitas yang berkaitan dengan mitigasi bencana. Kami yakin, langkah besar dalam membangun sinergi positif dengan PMI dan berkontribusi lebih bagi Indonesia khususnya di bidang kemanusiaan adalah solusi percepatan mobil listrik juga,”  imbuh Naoya Nakamura.

    Sebelumnya, mobil ini juga telah diuji ketangguhan dan kemampuannya dalam mendukung kegiatan PMI di area bencana tepatnya di area terdampak Sumur, Banten. Dalam pengujian tersebut, model ini mampu melewati berbagai medan ekstrim dan mampu memberikan supplai listrik untuk posko darurat PMI dan juga untuk kegiatan di salah satu pusat pemberdayaan masyarakat.

    Tentu hal serupa juga bisa dilakukan beberapa pabrikan otomotif yang memiliki produk mobil listrik dan PHEV



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id