Mobil Listrik

    Tahan Penjualan Gelora E, Bos DFSK: Harganya Masih Tinggi

    Ekawan Raharja - 10 Maret 2020 14:15 WIB
    Tahan Penjualan Gelora E, Bos DFSK: Harganya Masih Tinggi
    Perkenalan DFSK Gelora di GIICOMVEC 2020. DFSK

    Jakarta: DFSK baru-baru ini memperkenalkan Gelora sebagai mobil van yang hadir dengan model minibus dan van. Meski memperkenalkan mobil dengan bertenaga listrik, mereka masih menahan penjualannya dan baru memperkirakan perkiraan harga untuk mobil komersial ramah lingkungan tersebut.
     
    Gelora E sebagai varian listrik diperkirakan akan siap dijual dengan harga Rp489-499 juta untuk tipe minibus dan Rp469-479 juta untuk tipe blind van. Perhitungan harga tersebut diakui oleh merek asal Tiongkok ini sudah termasuk bea cukai dan tidak termasuk pajak barang mewah, mengingat sekarang ini mereka membawa Gelora E dengan skema kendaraan utuh (completely build up/CBU) dari Tiongkok.
     
    Meski sudah menghadirkan perkiraan harga jual, tapi PT Sokonindo Automobile (agen tunggal pemegang merek DFSK) masih menahan penjualannya Gelora E. Chief Executive Officer PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, menilai harganya masih terlalu tinggi untuk sekarang ini. Dikhawatirkan pula apabila di jual sekarang, dan pemerintah memutuskan membuat pajak kendaraan listrik menjadi murah, maka konsumen yang melakukan pembelian sekarang akan kecewa.
     
    “Sebetulnya kami masih menunggu pemerintah karena tidak bagus juga kalau menjualnya dengan harga sekarang yang mencapai Rp400 jutaan. Tahu-Tahu besok atau tidak lama lagi, pajak impor dibikin nol. Nah, konsumen yang sudah beli Rp400 jutaan pasti kecewa. Jadi harus kami jaga,” ungkap Alexander Barus beberapa waktu lalu.
     
    Namun Alexander Barus tidak juga bisa menahan konsumen yang ingin memiliki Gelora E, dan bersikeras untuk membelinya. Mobil ini diakui akan tetap membantu konsumen jika ada yang sangat menginginkan dan memaksa memilikinya.
     
    "Kalau memang ada yang mau kami jual saja seperti ini. Tapi kami mengharapkan tidak seperti itu,” ucap Alexander.
     
    Seperti yang sudah diumumkan, mobil di segmen mini bus itu menggunakan permanent magnet synchronous motor bertenaga maksimal 60 kWh dan torsi maksimal mencapai 200 Nm. Sumber tenaganya tersebut menggunakan energi listrik yang tersimpan di dalam baterai berkapasitas 42 kWh dengan jarak tempuh maksimal bisa mencapai 300 kilometer.
     
    Klaim dari pabrikan tersebut mengatakan bahwa mobil tersebut lebih hemat biaya energi hingga 48 persen. Bahkan melalui sebuah hitungan, mobil ini mengkonsumsi 0,145 kWh per kilometer yang setara dengan Rp239 per kilometer. Catatan ini jauh lebih irit dibandingkan dengan model serupa berteknologi mesin pembakaran (internal combustion engine/ICE) yang mengkonsumsi energinya Rp463 per kilometer (untuk sebuah mobil dengan rata-rata konsumsi bahan bakar 16,5 Kilometer/liter).



    (UDA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id