Jangan Pasang Rem Parkir Terlalu Lama, Ini Risikonya!

    Ekawan Raharja - 14 Juni 2019 12:02 WIB
    Jangan Pasang Rem Parkir Terlalu Lama, Ini Risikonya!
    Risiko akan semakin tinggi jika mengaktifkan rem tangan aktif dalam waktu lama dengan kondisi terakhir rem yang masih basah. Suzuki
    Jakarta: Rem parkir berfungsi membantu mobil untuk berhenti dengan aman ketika diparkir. Rem ini akan mengaktifkan rem belakang, supaya mobil tidak bergerak menggelinding ketika terparkir, baik itu di pinggir jalan, lapangan parkir maupun garasi rumah.

    Namun ternyata banyak yang belum tahu bahwa rem parkir jika aktif terlalu lama berisiko menimbulkan masalah yang mengerikan, yaitu lepasnya kampas rem dari pelat atau besi penyangganya. Masalah kampas rem lepas ini biasanya sangat rentan menyerang rem belakang berjenis tromol.

    Hal ini bisa terjadi karena rem belakang berjenis tromol memiliki bidang kontak yang lebih panjang jika dibandingkan dengan rem cakram. Kenapa kampas rem bisa lepas dari besi penyangganya?

    Ketika rem tangan aktif, kampas rem akan terus menempel dengan tromol atau piringan cakram. Jika dibiarkan terlalu lama, kampas rem berisiko lengket menempel di tromol atau piringan cakram, dikutip dari laman resmi Suzuki.

    Jika dipaksa melaju, kampas rem berisiko lepas dan akan sangat berbahaya jika kendaraan dikendarai. Risiko akan semakin tinggi jika mengaktifkan rem tangan aktif dalam waktu lama dengan kondisi terakhir rem yang masih basah.

    Jadi ada baiknya, ban mobil cukup diganjal saja dengan balok atau tire stopper jika memang kendaraan akan ditinggal lama. Memang butuh waktu yang lama untuk kampas rem menjadi lengket dengan tromol, namun akan lebih baik mencegah daripada rusak dan akhirnya keluar biaya untuk ke bengkel bukan?



    (UDA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id